TULUNGAGUNG, 3detik.com – Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan dominasinya sebagai salah satu daerah penopang pangan di Jawa Timur. Dalam kegiatan panen bersama yang digelar di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Senin (27/4/2026), Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memaparkan capaian produksi beras yang melampaui kebutuhan daerah.
Sepanjang 2025, produksi Gabah Kering Panen (GKP) Tulungagung mencapai 319.969,33 ton atau setara 185.582,21 ton beras. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 90.944 ton, daerah ini mencatat surplus beras hingga 94.638,08 ton. Angka tersebut menempatkan Tulungagung sebagai salah satu penyuplai utama beras di tingkat regional hingga nasional.
Kinerja sektor pertanian ini berlanjut positif pada 2026. Hingga Maret, luas panen telah mencapai 11.743 hektare dengan produksi GKP sebesar 82.083,57 ton. Dari capaian tersebut, surplus sementara tercatat sebesar 24.770,87 ton.
Menurut Ahmad Baharudin, capaian ini tidak lepas dari peran petani sebagai ujung tombak produksi, yang diperkuat pendampingan Petugas Penyuluh Lapang (PPL) serta kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan pihak swasta.
Ia menilai kunjungan Komisi VI DPR RI dalam agenda panen bersama menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam memastikan target tanam dan distribusi pangan berjalan optimal.
“Ke depan, kita tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani. Pertanian harus bergerak menuju sistem yang lebih maju, mandiri, dan modern,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat gotong royong demi mewujudkan visi pembangunan daerah yang harmonis dan sejahtera.
Kegiatan panen bersama ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan Bulog, Dinas Pertanian, serta para petani setempat. Acara ditutup dengan dialog antara petani dan anggota DPR RI yang membahas berbagai tantangan di lapangan, termasuk stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.
Kehadiran perwakilan pemerintah pusat diharapkan semakin memperkuat komitmen Tulungagung dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” pungkasnya.***












