Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Tekan Pengangguran, Pemkab Tulungagung Gelar Job Fair dengan Ribuan Peluang Kerja

×

Tekan Pengangguran, Pemkab Tulungagung Gelar Job Fair dengan Ribuan Peluang Kerja

Share this article
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, membuka Job Fair Career Kickstart 2026 di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi membuka Tulungagung Job Fair Career Kickstart 2026 di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini diikuti 47 perusahaan dan 3 pelaku UMKM yang menawarkan ribuan peluang kerja bagi lulusan SMK maupun masyarakat umum.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin membuka langsung kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Juni 2026. Pada hari pertama, para pencari kerja dapat bertemu langsung dengan perusahaan peserta, sedangkan hari kedua dijadwalkan untuk proses wawancara dan pembekalan calon pekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Hariadi, menyampaikan bahwa Job Fair tahun ini menyediakan lebih dari 3.750 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Ini merupakan jumlah lowongan terbanyak dibanding tahun lalu. Ada tren peningkatan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, sekaligus membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Tulungagung.

Sementara itu, Plt Bupati Ahmad Baharudin mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Tulungagung saat ini masih berada di angka 4,02 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 3,5 persen.

Karena itu, ia berharap Job Fair 2026 dapat menjadi sarana efektif untuk membuka akses kerja bagi masyarakat sehingga angka pengangguran di Tulungagung dapat terus ditekan.

“Harapannya, melalui berbagai upaya pemerintah seperti Job Fair ini, angka pengangguran di Tulungagung bisa turun bahkan lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pencari kerja agar kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.***