Scroll untuk baca artikel
Trenggalek

Nyadran Dam Bagong Berlangsung Sakral, Gus Ipin Doakan Petani Panen Melimpah dan Rezeki Lumintu

×

Nyadran Dam Bagong Berlangsung Sakral, Gus Ipin Doakan Petani Panen Melimpah dan Rezeki Lumintu

Share this article
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut mengikuti Tradisi tahunan Nyadran Dam Bagong
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut mengikuti Tradisi tahunan Nyadran Dam Bagong

TRENGGALEK, 3detik.com – Tradisi tahunan Nyadran Dam Bagong kembali digelar meriah dan sarat makna budaya di Kabupaten Trenggalek, Jumat (8/5/2026). Dalam prosesi adat yang dianggap sakral tersebut, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus memanjatkan doa bagi para petani yang mengandalkan aliran irigasi dari Dam Bagong.

Bupati yang akrab disapa Gus Ipin itu berharap para petani senantiasa mendapat keberkahan, hasil panen melimpah, serta rezeki yang terus mengalir.

“Semoga rezeki para petani yang pengairannya dari Dam Bagong terus diberikan kelancaran oleh Allah SWT. Airnya selalu ada dan pertaniannya tetap bagus,” ujarnya usai prosesi adat.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipin juga membagikan uang sebesar Rp25 ribu kepada warga yang hadir. Meski nominalnya sederhana, sedekah tersebut disebut memiliki makna doa dan harapan baik bagi masyarakat Trenggalek.

“Saya hanya sanepan saja. Semoga bisa selawe ewu, selawase wilujeng pinaringan wahyu, ditulungi Allah SWT,” ucapnya.

Prosesi Nyadran Dam Bagong diawali dengan kirab Mahesa atau kerbau menuju Pendopo Trenggalek. Di lokasi itu dilakukan upacara adat penyerahan perlengkapan penyembelihan sebelum kerbau dibawa ke Pendopo Makam Setono Bagong untuk menjalani prosesi jamasan.

Pada malam harinya, panitia menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun. Sementara puncak acara digelar keesokan paginya melalui prosesi adat dan ritual pelarungan bagian kerbau ke Dam Bagong.

Tradisi yang paling dinantikan warga adalah perebutan kepala, kulit, dan kaki kerbau yang dilempar ke dalam dam. Warga rela turun ke sungai bahkan menyelam untuk mendapatkan bagian tersebut karena dipercaya membawa berkah dan keselamatan.

Suasana berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memadati area Dam Bagong sejak pagi hari. Tradisi Nyadran ini tidak hanya menjadi warisan budaya leluhur, tetapi juga simbol rasa syukur masyarakat atas keberlangsungan sumber air dan hasil pertanian di Trenggalek,” pungkasnya.***