TULUNGAGUNG, 3detik.com – Konsumsi ikan masyarakat Tulungagung masih tergolong rendah. Data tahun 2025 mencatat, konsumsi ikan hanya mencapai 19,29 kilogram per kapita per tahun. Angka ini masih di bawah rata-rata Jawa Timur sebesar 22,15 kilogram.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Plt Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung sekaligus Plt Ketua FORIKAN, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, S.E. Ia mengajak seluruh kader PKK hingga tingkat desa untuk lebih gencar menggerakkan budaya makan ikan di lingkungan keluarga.
Ajakan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi FORIKAN Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 di Lapangan Tenis Indoor Dinas Perikanan, Kamis (5/11/2026).
Menurut Yuyun, gerakan makan ikan bukan sekadar kampanye pangan, tetapi langkah penting untuk meningkatkan gizi keluarga, mencetak generasi sehat dan cerdas, serta membantu menekan angka stunting.
Ia menilai ikan memiliki kandungan protein berkualitas dan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan anak, perkembangan otak, serta menjaga kesehatan tubuh.
Ironisnya, potensi perikanan Tulungagung yang cukup besar belum diimbangi dengan tingginya konsumsi ikan masyarakat.
Karena itu, Yuyun meminta TP-PKK tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi. Para kader harus turun langsung mengajak keluarga membiasakan makan ikan, termasuk mengenalkan berbagai olahan ikan yang enak, bergizi, dan terjangkau.
“Jadikan TP-PKK sebagai ujung tombak Gemarikan. Dari kabupaten kita gerakkan kecamatan, dari kecamatan kita kuatkan desa, dan dari desa kita mulai perubahan di setiap keluarga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsumsi ikan sejak dini, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak agar kebutuhan gizi keluarga semakin terpenuhi.
Yuyun berharap gerakan FORIKAN bisa berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas gizi, gerakan ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha perikanan lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, M.M., menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut diikuti sekitar 340 peserta dari unsur TP-PKK, pengurus FORIKAN tingkat kabupaten hingga desa, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Menurut Suyanto, Tulungagung memiliki potensi besar di sektor perikanan, mulai dari budidaya, perikanan tangkap hingga pengolahan hasil perikanan.
Potensi tersebut perlu dimaksimalkan agar tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat.
Melalui Sosialisasi FORIKAN 2026, pihaknya ingin memperkuat kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendorong inovasi produk olahan perikanan lokal.
Dengan keterlibatan aktif TP-PKK dan seluruh elemen masyarakat, Pemkab Tulungagung berharap Gemarikan semakin membudaya. Target akhirnya bukan hanya meningkatkan konsumsi ikan, tetapi juga mewujudkan generasi Tulungagung yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.***












