Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Jalan hingga Musala Dikebut, Tim Wasev Tinjau TMMD di Desa Pojok

×

Jalan hingga Musala Dikebut, Tim Wasev Tinjau TMMD di Desa Pojok

Share this article
Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI AD turun langsung ke lokasi program TMMD ke-130 di Desa Pojok

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pelaksanaan program TMMD ke-130 di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, terus dikebut. Pada Selasa (3/11/2026), tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI AD turun langsung ke lokasi untuk meninjau progres pembangunan sekaligus memastikan seluruh sasaran program berjalan sesuai target.

Progres tersebut dipantau langsung Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI AD yang dipimpin Sesdispenad Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono.
Dalam kunjungan itu, tim mengecek sejumlah lokasi pembangunan sekaligus melihat manfaat program TMMD bagi masyarakat.

Kolonel Budyanto mengapresiasi dukungan Pemkab Tulungagung dan warga yang ikut bergotong royong menyukseskan program tersebut. Ia meminta seluruh pekerjaan diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, menyampaikan bahwa pembangunan musala sudah mencapai 98,7 persen. Sedangkan MCK umum mencapai 90,4 persen.

Untuk pembangunan jalan rabat beton di empat titik, tiga lokasi hampir selesai. Dari total panjang 1.737 meter, sekitar 1.200 meter sudah dikerjakan.

Pembangunan delapan rumah tidak layak huni (RTLH) juga telah mencapai lebih dari 90 persen. Begitu pula delapan unit jambanisasi yang hampir rampung.

Selain itu, pembangunan lima unit pompa air untuk mengairi sekitar 25 hektare lahan di wilayah Boyolangu terus berjalan. Satu unit pompa telah selesai dikerjakan.

Program penanaman 1.000 pohon juga sudah tuntas. Satgas TMMD turut melaksanakan kegiatan sosial, seperti pemberian nutrisi untuk penanganan stunting dan pembersihan fasilitas umum.

Meski sebagian besar pekerjaan hampir selesai, terdapat kendala pengiriman material karena jalan beton yang baru dibangun harus menunggu masa perawatan selama 28 hari. Untuk sementara, pengangkutan material dilakukan menggunakan kendaraan roda dua.

Letkol Hanny berharap pembangunan melalui TMMD ini bisa memperlancar akses transportasi, meningkatkan kenyamanan warga, dan mendorong perekonomian desa.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong,” ucapnya.***