TULUNGAGUNG, 3detik.com – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem pada musim hujan 2026–2027, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama TNI-Polri memperkuat kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Komitmen tersebut ditunjukkan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Mapolres Tulungagung, Kamis (5/11/2026).
Apel ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data hingga 4 November 2026, Tulungagung telah mencatat 63 kejadian bencana, terdiri dari 1 banjir, 5 tanah longsor, 1 rumah roboh, 15 pohon tumbang, 17 kejadian angin kencang dan 24 karhutla.
Meski belum menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi peringatan agar seluruh pihak tidak lengah menghadapi kemungkinan bencana yang lebih besar.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono yang dibacakan saat apel, seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapan personel, peralatan dan koordinasi lintas instansi.
Ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni pemetaan wilayah rawan bencana, penguatan komunikasi antarinstansi melalui posko kesiapsiagaan, serta memastikan petugas siap diterjunkan dengan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Kehadiran pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan instansi terkait diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila bencana terjadi.
Kesiapsiagaan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk meminimalkan risiko, mencegah jatuhnya korban, serta memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan bantuan secepat mungkin.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih harus diwaspadai, seluruh unsur diminta tidak menunggu bencana datang untuk bergerak. Kesiapan sejak dini menjadi kunci agar Tulungagung lebih tangguh menghadapi bencana.***












