TULUNGAGUNG, 3detik.com – Upaya meringankan beban belanja masyarakat terus dilakukan Pemkab Tulungagung. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di seluruh kecamatan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung sekaligus momentum Hari Pangan Sedunia.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan GPM merupakan langkah nyata pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya berupaya menjaga kestabilan harga, tetapi juga memastikan stok pangan tetap tersedia agar masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain menyediakan berbagai komoditas pangan murah, Pemkab Tulungagung juga menyalurkan bantuan beras kepada 50 keluarga kurang mampu di Desa Ngujang.
Ahmad Baharudin juga mengajak masyarakat tidak hanya bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Ia mendorong warga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam berbagai kebutuhan pokok, seperti padi, jagung dan sayuran.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan sendiri. Kalau masyarakat, petani dan pemerintah desa bergerak bersama, kebutuhan pangan bisa kita penuhi secara mandiri,” tegasnya.
Ia menilai kemandirian pangan menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Wahiyd Masrur, S.Sos., M.M., menjelaskan GPM memiliki tiga sasaran utama. Yakni menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta memperluas akses terhadap pangan yang aman dan berkualitas.
Kegiatan ini melibatkan Perum Bulog, pelaku usaha, UMKM serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Pelaksanaannya dipusatkan di Desa Ngujang dan diikuti secara daring oleh seluruh kecamatan.
Pemkab berharap gerakan pangan murah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, meringankan pengeluaran rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.***












