Scroll untuk baca artikel
Blitar

Mentan Amran Turun ke Blitar, Gelontorkan Bantuan Jagung Rp1,8 Miliar dan Siapkan Serapan Telur Peternak

×

Mentan Amran Turun ke Blitar, Gelontorkan Bantuan Jagung Rp1,8 Miliar dan Siapkan Serapan Telur Peternak

Share this article

BLITAR, 3detik.com – Kabar baik bagi petani dan peternak di Kabupaten Blitar. Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan benih jagung senilai Rp1,8 miliar, menyalurkan 200 ton jagung SPHP, hingga menyiapkan anggaran Rp30 miliar untuk menyerap telur dari peternak rakyat.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan itu, pemerintah menyerahkan bantuan benih jagung yang diangkut menggunakan tujuh truk. Selain itu, sebanyak 200 ton jagung SPHP didistribusikan dengan dukungan 18 truk.

Bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor juga diberikan kepada kelompok tani. Mentan bahkan ikut melakukan penanaman jagung secara langsung di lahan pertanian setempat.

Amran meminta Pemkab Blitar terus menyiapkan lahan potensial untuk pengembangan tanaman jagung. Pemerintah pusat, kata dia, siap mendukung kebutuhan benih agar produksi terus meningkat.

Menurutnya, pengembangan jagung tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga menjadi solusi untuk menjaga pasokan bahan baku pakan ternak. Dengan begitu, petani dan peternak bisa saling mendukung melalui rantai pasok yang terintegrasi.

Amran juga mengungkapkan, alokasi anggaran bantuan sektor pertanian untuk Jawa Timur pada 2026 mencapai lebih dari Rp3 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan peternak.

Tak hanya jagung, pemerintah juga memberi perhatian serius terhadap harga telur ayam yang menjadi salah satu komoditas penting bagi peternak Blitar.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, Bulog bersama ID Food menyiapkan dana Rp30 miliar untuk membeli telur dari peternak mikro dan peternak rakyat di seluruh Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga telur tetap stabil di kisaran Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP).
“Tujuannya agar harga telur tetap stabil sehingga peternak mikro bisa bertahan dan melanjutkan usahanya,” ujar Rizal.

Dana tersebut akan menggunakan skema bergulir atau revolving fund. Penyerapan telur juga dirancang terhubung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga hasil produksi peternak rakyat bisa masuk dalam rantai pasok kebutuhan pangan program tersebut.

Salah satu jalur distribusi yang disiapkan adalah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sambil menuntaskan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional, Bulog juga menyiapkan penyerapan melalui jaringan mitra penggilingan dan pengolahan di berbagai daerah.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap petani jagung mendapatkan kepastian pasar, sementara peternak ayam petelur tidak lagi terbebani persoalan harga jual.

Kunjungan Mentan ke Blitar sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan rakyat sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional. (Min)