TULUNGAGUNG, 3detik.com – Sebanyak 133 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung dikumpulkan dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi mitra SPPG, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tulungagung itu sekaligus menjadi ajang perkenalan Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung yang baru, Ahmad Habibi.
Ketua Kadin Tulungagung Rifgi Firmansyah mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, koordinasi dibutuhkan mulai dari persoalan perizinan hingga pelaksanaan program di lapangan.
“Harapannya dengan Korwil yang baru, komunikasi bisa lebih kooperatif dan tersambung. Yang sebelumnya sempat mengalami kendala komunikasi, ke depan kami berharap bisa lebih baik,” ujarnya.
Rifgi menambahkan, dari sisi perizinan sejauh ini tidak ada kendala berarti. Pemerintah bersama dinas terkait disebut siap memberikan dukungan, termasuk membantu mempercepat proses apabila masih terdapat kekurangan persyaratan.
Dari total 133 SPPG yang diundang, mayoritas hadir dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sejumlah mitra diketahui memiliki lebih dari satu dapur SPPG.
Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan instansi terkait, di antaranya perwakilan DPR RI Komisi IX, Sekda Tulungagung, Satgas, Kantor Pajak, BPJS, dinas terkait, hingga Forkopimda.
Rifgi berharap seluruh SPPG di Tulungagung dapat menjalankan program MBG dengan lancar. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi untuk mencegah persoalan dalam pelaksanaan program, termasuk kejadian keracunan makanan.
Sementara itu, Korwil BGN Tulungagung Ahmad Habibi
Sementara itu, Korwil BGN Tulungagung Ahmad Habibi menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, forum ini mempertemukan yayasan, mitra SPPG, serta pihak BGN untuk membangun sinergi yang lebih kuat.
“Harapan saya ke depan MBG di Tulungagung bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kalau ada kendala, bisa segera dikomunikasikan dan dicari solusinya bersama,” katanya.
Sebagai langkah awal, Habibi mengaku tengah melakukan pendataan seluruh dapur SPPG di Tulungagung. Setelah pendataan selesai, pihaknya berencana mengunjungi dapur-dapur SPPG secara bertahap.
Kunjungan tersebut bukan dimaksudkan sebagai inspeksi mendadak (sidak), melainkan untuk membangun komunikasi sekaligus mengetahui kondisi masing-masing dapur.
“Kami ingin tahu apakah ada persoalan di dapur, sekaligus memastikan SOP dijalankan. Kalau ada masalah, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi bagaimana kita bisa menyambungkan komunikasi dan mencari solusi bersama,” jelasnya.
Ia pun meminta seluruh yayasan dan mitra SPPG untuk membangun komunikasi yang terbuka agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditangani.
Dengan sinergi antara BGN, mitra, yayasan, pemerintah daerah dan stakeholder terkait, pelaksanaan program MBG di Tulungagung diharapkan semakin tertata dan berjalan optimal,” ucapnya.***












