Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Legalitas Pakudhatu Diserahkan, Pemkab Tulungagung Dorong Dalang Muda Lestarikan Seni Wayang

×

Legalitas Pakudhatu Diserahkan, Pemkab Tulungagung Dorong Dalang Muda Lestarikan Seni Wayang

Share this article
Perkumpulan Dalang Anom/Muda Tulungagung (Pakudhatu) kini resmi mengantongi dokumen legalitas

TULUNGAGUNG , 3detik.com – Upaya menjaga seni pewayangan agar tetap hidup di tengah gempuran budaya modern terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Salah satunya dengan memberikan dukungan legalitas kepada Perkumpulan Dalang Anom/Muda Tulungagung (Pakudhatu) sebagai wadah regenerasi dalang muda.

Dokumen legalitas organisasi tersebut diserahkan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di sela pagelaran wayang kolaborasi lintas genre di Taman Nol Kilometer Tulungagung, Jumat (6/11/2026) malam.

Penyerahan legalitas ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap kiprah generasi muda dalam mempertahankan dan mengembangkan seni pewayangan di Tulungagung.

Ahmad Baharudin menilai, keberadaan Pakudhatu memiliki peran strategis untuk memastikan seni wayang kulit maupun wayang orang tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, namun terus berkembang dan diminati generasi berikutnya.

Menurutnya, wayang bukan sekadar tontonan. Kesenian tradisional tersebut menyimpan nilai luhur yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.

“Wayang memiliki tiga pilar penting, yakni tontonan, tuntunan, dan tatanan. Harapannya, seni leluhur ini tidak hanya dikenal, tetapi juga diminati dan terus diwariskan dari masa ke masa,” ungkapnya.

Ia berharap legalitas organisasi tersebut menjadi modal bagi Pakudhatu untuk semakin aktif berkarya, berinovasi, serta melahirkan dalang-dalang muda yang mampu membawa seni pewayangan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai tradisinya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., saat membuka acara menegaskan bahwa pelestarian kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Ia menyebut wayang kulit memiliki fungsi lebih luas daripada sekedar hiburan. Di balik setiap lakon, tersimpan pesan moral, pendidikan karakter, serta nilai kehidupan yang bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Tri Hariadi juga menilai halaman kolaborasi lintas genre kali ini menghadirkan konsep berbeda. Sajian tersebut diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal dan mencintai kesenian tradisional.

Ia berharap penonton tidak hanya datang untuk menikmati pertunjukan, tetapi juga memahami filosofi serta pesan kehidupan yang disampaikan melalui setiap lakon pewayangan.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 sekaligus Hari Wayang Nasional 2026 ini juga menghadirkan bazar UMKM dan pameran keris.

Ribuan warga memadati kawasan Taman Nol Kilometer. Penampilan duo pelawak nasional Jo Klitik dan Jo Klutuk turut menambah kemeriahan acara.

Perpaduan pertunjukan wayang, pameran keris, dan bazar UMKM ini menjadi upaya menghadirkan pelestarian budaya sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Pemkab Tulungagung berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah, tetapi juga membantu produk UMKM semakin dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas.***