TULUNGAGUNG, 3detik.com – Perpaduan seni tradisional dan geliat ekonomi rakyat mewarnai Gebyar Wayang Kulit, Bazar UMKM, dan Pameran Keris di Titik Nol Alun-Alun Tulungagung, Jumat (6/11/2026) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ini resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi. Pembukaan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Tulungagung Marsono dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Tak hanya menyuguhkan hiburan budaya, acara ini juga menjadi ajang promosi produk lokal. Lebih dari 200 stan UMKM turut ambil bagian dengan menawarkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah.
Ratusan stan tersebut diharapkan mampu menarik minat pengunjung sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Tri Hariadi menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar pertunjukan untuk menghibur penonton, melainkan juga sarana menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan.
“Wayang memiliki tiga fungsi, yakni tontonan, tuntunan, dan tuturan. Di dalamnya terdapat nilai edukasi, pesan kehidupan, serta karakter yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebut pertunjukan wayang kulit kali ini memiliki sajian berbeda yang diharapkan mampu memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan rasa penasaran masyarakat terhadap kekayaan seni tradisional.
Tri Hariadi berharap, masyarakat yang hadir tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga bisa mengambil pelajaran dari filosofi dan pesan yang disampaikan melalui setiap lakon pewayangan.
Di sisi lain, keberadaan bazar UMKM dan pameran keris menjadi pelengkap kegiatan. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tulungagung berharap kecintaan terhadap budaya lokal semakin kuat, sementara produk UMKM daerah semakin dikenal dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.***












