Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Jogo Tulungagung Digelorakan, Ahmad Baharudin Ajak Warga Bandung Tak Cuek

×

Jogo Tulungagung Digelorakan, Ahmad Baharudin Ajak Warga Bandung Tak Cuek

Share this article
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri kegiatan Jogo Tulungagung di Kedai Sali, Desa Ngugahan, Kecamatan Bandung
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri kegiatan Jogo Tulungagung di Kedai Sali, Desa Ngugahan, Kecamatan Bandung

TULUNGAGUNG , 3detik.com – Menjaga keamanan dan kerukunan di Kecamatan Bandung bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh warga ikut bergerak menjaga wilayah tetap aman dan kondusif.

Ajakan itu disampaikan Baharudin saat menghadiri kegiatan Jogo Tulungagung di Kedai Sali, Desa Ngugahan, Kecamatan Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Forkopimcam dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Bandung. Selain mempererat silaturahmi, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjaga keamanan serta perdamaian masyarakat.

Baharudin mengatakan, peran tokoh masyarakat sangat penting untuk menjaga kerukunan warga, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

“Jangan sampai perkembangan zaman justru membuat lingkungan kita rusak. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman dan sikap yang bijak,” kata Baharudin.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak perlu ditolak. Namun, penggunaannya harus tetap diimbangi dengan nilai agama, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Baharudin juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memanfaatkan alam, tetapi juga menjaga kelestariannya.

“Jangan hanya mengambil hasil dari alam, tapi tidak mau merawatnya. Kita harus hidup berdampingan dengan alam,” tegasnya.

Ia menekankan, semangat Jogo Tulungagung akan berjalan maksimal jika seluruh elemen masyarakat ikut terlibat. Pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan warga harus saling bersinergi menjaga keamanan serta kerukunan dari tingkat lingkungan.

“Kalau tidak bersama-sama, tentu tidak akan maksimal. Mari kita bareng-bareng menjaga Tulungagung,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Bandung Chanief Jatmika Nugroho mengatakan, kegiatan Jogo Tulungagung di wilayahnya merupakan tindak lanjut apel kebangsaan yang sebelumnya digelar di tingkat kabupaten.

Menurut Chanief, semangat Jogo Tulungagung tidak boleh berhenti menjadi slogan. Gerakan tersebut harus diwujudkan melalui kepedulian masyarakat dalam menjaga sikap, ucapan, perilaku hingga aktivitas di media sosial.

“Jogo Tulungagung itu bukan sekedar slogan menjaga keamanan. Lebih dari itu, menjadi introspeksi bagi kita dalam menjaga sikap, perbuatan, perkataan maupun unggahan di media sosial yang berpotensi mengurangi kerukunan,” jelasnya.

Ia bertekad untuk menjaga kondusivitas tersebut bisa berjalan di seluruh 18 desa di Kecamatan Bandung. Salah satu kuncinya adalah memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dari tingkat desa.

“Potensi gangguan kamtibmas sekecil apa pun, sebisa mungkin diselesaikan di tingkat desa,” tegas Chanief.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan warga, Jogo Tulungagung diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Gerakan ini diharapkan mampu menjaga Bandung tetap adem, guyub, rukun dan tenteram,” ucapnya.***