TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan buka giling tebu musim giling 2026 di PG Modjopanggung, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya proses produksi gula sekaligus simbol semangat kolaborasi antara petani tebu, pabrik gula, dan pemerintah daerah.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forkopimda Tulungagung, perwakilan PTPN, Dinas Pertanian, Forkopimcam Kauman, manajemen PG Modjopanggung, APTRI, KPTR, perbankan mitra, hingga para petani tebu dari berbagai wilayah.
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada para petani tebu yang selama ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.
“Momentum buka giling ini menjadi simbol keberhasilan petani tebu dan industri gula dalam menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi PG Modjopanggung yang terus menjaga kemitraan dengan petani serta meningkatkan kualitas pelayanan demi mendukung program swasembada gula nasional.
Menurut Ahmad Baharudin, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Tulungagung. Pada tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 18,66 persen terhadap total PDRB Kabupaten Tulungagung yang mencapai Rp55,40 triliun.
Selain itu, sekitar 40 persen masyarakat usia produktif di Tulungagung bekerja di sektor pertanian dan turunannya.
Komoditas tebu sendiri menjadi salah satu andalan masyarakat. Pada 2025, luas lahan tebu di Tulungagung tercatat mencapai sekitar 3.862 hektare dengan produksi hingga 366.890 ton tebu basah.
Tahun 2026 ini, Tulungagung juga mendapat target dari Kementerian Pertanian berupa program bongkar ratoon seluas 1.055 hektare dan perluasan areal tanam tebu seluas 176 hektare.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara petani dan pabrik gula terus diperkuat agar target swasembada gula nasional dapat tercapai.
Selain meningkatkan produksi gula, Pemkab Tulungagung juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern guna meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani tebu di daerah,” ungkapnya.***












