TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Tulungagung terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui kegiatan Senam Bersama dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut secara resmi dibuka Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus PPNI, tenaga kesehatan, serta ratusan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa kegiatan senam bersama dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.
Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi upaya bersama untuk menjaga kebugaran jasmani dan rohani,” ujarnya.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan serta gotong royong.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Desi Lusiana Wardhani, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa program cek kesehatan gratis terus digencarkan sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular yang kerap tidak disadari masyarakat.
Menurutnya, layanan pemeriksaan kesehatan gratis bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga edukasi langsung agar masyarakat memahami kondisi kesehatannya sejak dini.
“Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih awal sehingga risiko penyakit serius dapat dicegah,” kata dr. Desi.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis di lokasi kegiatan, cukup banyak warga ditemukan mengalami tekanan darah tinggi dan kadar gula darah di atas normal. Sebagian besar warga bahkan mengaku tidak merasakan gejala apa pun sebelumnya.
Dr. Desi mengatakan seluruh hasil pemeriksaan langsung dicatat dan diintegrasikan ke dalam sistem data kesehatan daerah. Warga yang terindikasi hipertensi maupun diabetes diminta segera melakukan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Ia menjelaskan bahwa hipertensi dan diabetes termasuk penyakit tidak menular yang sering disebut sebagai “silent killer” karena berkembang tanpa gejala jelas, namun berpotensi memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal jika tidak segera ditangani.
Karena itu, Dinas Kesehatan Tulungagung mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun.
Dalam mendukung program tersebut, Dinkes Tulungagung menargetkan sekitar 46 persen penduduk atau hampir 500 ribu warga dari total 1,1 juta jiwa dapat terjangkau layanan cek kesehatan gratis selama setahun ke depan.
Untuk memperluas jangkauan layanan, pemeriksaan kesehatan gratis kini tersedia setiap hari di seluruh Puskesmas di Kabupaten Tulungagung. Dinkes juga membuka kerja sama dengan berbagai komunitas maupun panitia kegiatan masyarakat agar layanan kesehatan dapat hadir langsung di lokasi kegiatan warga.
“Panitia kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat bisa mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan. Kami siap menghadirkan layanan cek kesehatan gratis langsung di lokasi,” pungkasnya.***












