Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Menu MBG Disorot, Sekolah SDN 1 Tertek Akui Sudah Berkali-kali Ingatkan Penyedia Makanan

×

Menu MBG Disorot, Sekolah SDN 1 Tertek Akui Sudah Berkali-kali Ingatkan Penyedia Makanan

Share this article
Polemik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Tretek. Kepala Sekolah Elfi Triastikowati melalui Kepala UPAS Pendidikan Kecamatan Kota Tulungagung, Vivi Dias Retnowati, S.Pd

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Polemik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Tertek akhirnya mendapat tanggapan dari pihak sekolah. Mereka mengaku sudah beberapa kali mengingatkan penyedia makanan agar memperbaiki kualitas menu yang diberikan kepada siswa.

Kepala SDN 1 Tertek Elfi Triastikowati melalui Kepala UPAS Pendidikan Kecamatan Kota Tulungagung, Vivi Dias Retnowati, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menegur dapur SPPG Tertek terkait kualitas makanan.

“Pihak kepala sekolah sudah berkali-kali mengingatkan SPPG. Bahkan sudah disampaikan bahwa jika kondisinya tidak berubah, sekolah akan mengajukan pergantian penyedia makanan jika diizinkan pimpinan,” ujar Vivi, Sabtu (14/3/2026).

Sorotan terhadap menu MBG muncul setelah sebuah video yang diunggah wali murid viral di media sosial. Dalam video yang beredar pada Kamis (12/3/2026) itu terlihat porsi makanan yang dinilai sangat minim, yakni potongan ayam kecil, sepotong tempe bacem, serta satu buah jeruk peras.

Unggahan tersebut memicu kekecewaan sejumlah orang tua siswa karena menu tersebut dianggap jauh dari standar gizi yang seharusnya diterima anak-anak.

“Bagaimana anak-anak bisa mendapatkan gizi yang cukup kalau menunya seperti ini?” tulis pengunggah video tersebut.

Selain porsi yang dinilai kecil, buah yang disajikan juga menjadi sorotan. Jeruk yang diberikan disebut sebagai jeruk peras dengan tingkat keasaman tinggi sehingga dikhawatirkan kurang cocok dikonsumsi anak-anak.

Vivi menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya selalu melakukan pencatatan menu MBG setiap hari. Jika ditemukan menu yang dinilai kurang layak atau tidak sesuai standar, hal itu akan diberi catatan sebagai bahan evaluasi.

Namun demikian, sekolah tidak memiliki kewenangan penuh untuk menolak program pemerintah tersebut.

“Kepala sekolah tentu tidak bisa menolak program pemerintah. Kemungkinan masih memberi kesempatan kepada pihak penyedia untuk memperbaiki kualitas menu,” jelasnya.

Sementara itu, tim media telah berupaya mengonfirmasi pihak SPPG Tertek yang disebut sebagai penyedia makanan, namun hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan.

Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan MBG di Tulungagung. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan temuan buah naga berbelatung dalam menu MBG di PAUD Desa Karanganom, Kecamatan Kauman. Laporan lain juga muncul dari MI Al Huda Sobontoro, Kecamatan Boyolangu.

Rangkaian kejadian tersebut memunculkan desakan dari masyarakat agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan program MBG, termasuk pengawasan terhadap dapur penyedia makanan.

Masyarakat berharap program yang bertujuan meningkatkan gizi anak ini benar-benar dijalankan dengan baik agar tidak menimbulkan polemik dan tetap memberikan manfaat bagi para siswa.***