JAKARTA, 3detik.com – Media dinilai punya peran besar dalam mendorong ekonomi masyarakat desa. Bukan hanya menyampaikan informasi, media juga bisa menjadi penghubung antara desa dengan modal, pasar, teknologi hingga investor.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, PhD, dalam Dialog Nasional usai pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (27/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, serta Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.
Dalam dialog tersebut, Riyadh menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi desa tidak cukup dilihat dari besarnya investasi yang masuk atau banyaknya tenaga kerja yang terserap.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah dampaknya terhadap masyarakat. Investasi harus mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.
“Yang harus dilihat adalah berapa banyak lapangan pekerjaan dan ekonomi yang tumbuh serta sejauh mana kesejahteraan masyarakat desa meningkat,” kata Riyadh.
Ia menyebut desa memiliki potensi ekonomi besar yang bisa dikembangkan melalui pariwisata, UMKM dan berbagai produk unggulan lokal.
Karena itu, desa jangan hanya dijadikan pasar bagi produk dari luar. Masyarakat desa harus didorong menjadi pelaku utama sekaligus penggerak ekonomi.
Riyadh menilai persoalan desa juga tidak bisa diselesaikan hanya dengan suntikan modal. Akses pasar, teknologi, informasi dan kepercayaan juga menjadi faktor penting.
Di sinilah, kata dia, media memiliki posisi strategis. Media bisa mengenalkan potensi desa, mempertemukan produk lokal dengan pasar, sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas.
“Media memiliki kemampuan untuk memperkenalkan semuanya, mulai produksi sampai ke pasar,” ujarnya.
Media Harus Ikut Menggerakkan Ekonomi
Riyadh juga mendorong perusahaan media untuk mulai melihat peluang di luar sekadar memproduksi berita.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat menuntut media ikut membangun ekosistem ekonomi melalui informasi yang mereka hasilkan.
“Jangan hanya berpikir bagaimana membuat berita. Media harus berpikir tentang ekonomi, termasuk bagaimana berita mengenai ekonomi bisa memberikan dampak ekonomi,” jelasnya.
Informasi yang tepat, lanjut Riyadh, bisa mendorong transaksi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja hingga meningkatkan kesejahteraan.
Karena itu, media juga perlu mengangkat potensi UMKM, investasi, produk unggulan dan sumber daya desa secara konsisten.
AI Hanya Alat, Manusia Tetap Bertanggung Jawab
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Riyadh meminta media tidak menutup diri terhadap teknologi tersebut.
AI dapat membantu pekerjaan jurnalistik, mulai dari menyusun tulisan hingga membuat video dan berbagai konten digital.
Namun, ia mengingatkan bahwa AI tetap hanya alat bantu. Verifikasi dan kebenaran informasi tetap menjadi tanggung jawab manusia.
“AI hanya membantu. Kebenarannya tetap menjadi tanggung jawab manusia yang menggunakan AI,” tegasnya.
Ia meminta setiap konten yang dibuat dengan bantuan AI tetap diperiksa agar sesuai dengan prinsip akurasi, kebenaran dan keadilan.
Kepastian Hukum Jadi Kunci
Selain informasi dan teknologi, Riyadh juga menyoroti pentingnya kepastian hukum untuk menarik investasi ke desa.
Investor membutuhkan aturan yang jelas, sementara masyarakat membutuhkan keterbukaan informasi serta data yang mudah diakses.
Menurutnya, konektivitas data, teknologi dan informasi yang transparan akan membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan adil.
Dengan ekosistem tersebut, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi konsumen. Desa harus mampu tampil sebagai pemain utama dalam perekonomian.
“Kalau desa menjadi pemain, akhirnya masyarakat menjadi sejahtera. Kekuatan ekonomi juga akan tumbuh dari desa,” pungkasnya.***












