Scroll untuk baca artikel
Jakarta

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Tegaskan Pers Tetap Jadi Benteng Demokrasi

×

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Tegaskan Pers Tetap Jadi Benteng Demokrasi

Share this article
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa

JAKARTA, 3detik.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) terus menegaskan komitmennya menjaga demokrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya melalui pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa di lima provinsi.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menyebut pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa bukan sekadar agenda organisasi. Kegiatan ini membawa tiga misi penting sekaligus.

Pertama, SMSI sebagai konstituen Dewan Pers ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tetap kondusif. Kedua, program tersebut menjadi bentuk keberpihakan SMSI terhadap persoalan dan pembangunan di desa. Ketiga, menjadi bagian dari upaya menjaga NKRI melalui penguatan desa sebagai entitas penting bangsa.

“Ini ibarat perjuangan trisula, tiga agenda penting sekaligus. SMSI hadir sebagai duta bangsa, berpihak pada persoalan desa, sekaligus ikut menjaga NKRI,” ujar Firdaus.

Pengukuhan akan digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Lima provinsi yang dikukuhkan yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Menurut Firdaus, momentum tersebut juga menjadi penegasan bahwa idealisme pers harus tetap dijaga di tengah situasi nasional yang dinamis.

“Hall Dewan Pers akan menjadi saksi komitmen SMSI dalam meneguhkan spirit kebangsaan. Lima provinsi ini bukan program kaleng-kaleng karena telah menunjukkan bukti melalui berbagai program yang dicanangkan,” tegasnya.

Program Newsroom Jaga Desa sebelumnya telah lebih dulu dibentuk di Bali, kemudian Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau. Setelah pengukuhan lima provinsi ini, SMSI menargetkan daerah lain segera menyusul.

Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Jayanto Arus Adi, mengatakan pemilihan momentum pengukuhan di tengah berkembangnya berbagai isu nasional justru memiliki pesan kuat.

Menurut Ahli Pers Dewan Pers itu, situasi yang berkembang harus menjadi pembelajaran bagi seluruh elemen bangsa untuk semakin dewasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Prof Dr Harris Arthur Hedar, SH, MH, CREL menegaskan SMSI sejak awal lahir sebagai organisasi profesional yang bergerak di bidang media dan memiliki tanggung jawab memberikan kontribusi nyata bagi demokrasi.

SMSI, kata dia, tetap berkomitmen menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara tanpa mencampuri hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Melalui Pokja Newsroom Jaga Desa, seluruh pengurus dan anggota SMSI di daerah juga diharapkan tetap berada di jalur pers yang profesional dengan menyajikan informasi yang jernih, berimbang, dan bertanggung jawab.***