JAKARTA, 3detik.com – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 24 persen atau senilai Rp226 triliun pada 2026 membuat upaya mencari sumber pembiayaan alternatif bagi pemerintah daerah semakin mendesak.
Dalam rapat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta, Jumat (24/7/2026), pembiayaan daerah melalui obligasi kembali menjadi perhatian. Pasalnya, meski aturan penerbitan obligasi daerah sudah ada sejak sekitar 20 tahun lalu, hingga kini belum ada satu pun pemerintah daerah yang berhasil menerbitkannya.
Mengacu pada laporan United Nations Development Programme (UNDP), persoalan utama bukan terletak pada minimnya minat investor. Hambatannya justru berasal dari kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan proyek yang layak investasi atau bankable sesuai standar internasional.
Dalam forum tersebut, Dr. Agus Syabarrudin menegaskan daerah tidak boleh terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.
“Kita tidak bisa membiarkan daerah terus-menerus terbelenggu ketergantungan fiskal, sementara potensi likuiditas global begitu melimpah,” tegas Agus.
Menurutnya, solusi yang bisa ditempuh adalah membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). BPD didorong bertransformasi menjadi Regional Investment Bank yang mampu mendampingi daerah dalam menyusun proyek investasi, studi kelayakan, hingga penerbitan obligasi sesuai regulasi dan standar lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG).
Selain itu, sinergi antara ASBANDA, Fundbridge Globalink Investa (FGI), dan SMSI diharapkan mampu menjembatani kendala teknis yang selama ini menghambat lahirnya obligasi daerah.
SMSI juga menegaskan siap mengambil peran dalam meningkatkan literasi publik sekaligus mengawal transparansi proses pembiayaan tersebut.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi jalan keluar agar pemerintah daerah tidak lagi hanya mengandalkan dana transfer pusat, sekaligus membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur melalui akses investasi global.***












