TULUNGAGUNG, 3detik.com – Di tengah derasnya arus budaya modern, upaya menjaga eksistensi seni tradisional terus digelorakan di Kabupaten Tulungagung. Paguyuban Sindhen Tulungagung (Pasinta) menggagas program Sinaun Ninden sebagai wadah mencetak generasi penerus seni sinden, pedalangan, dan karawitan agar tidak punah ditelan zaman.
Program yang digelar di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Minggu (19/7/2026) malam, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Sinergi antara pemerintah dan komunitas seni dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Kepala Disbudpar Tulungagung, Muhamad Ardian Candra, menegaskan pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan seniman, komunitas budaya, hingga masyarakat menjadi kunci agar kesenian daerah terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Jika semua pihak bergerak bersama, seni budaya Tulungagung akan tetap lestari dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.
Ardian berharap Sinaun Ninden tidak sekadar menjadi tempat belajar olah vokal sinden, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi Jawa sekaligus melahirkan sinden-sinden muda yang siap menjaga identitas budaya Tulungagung.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dyah Ayu Rerik, menjelaskan program tersebut lahir dari keprihatinan Pasinta terhadap minimnya regenerasi sinden. Saat ini pelatihan diikuti sekitar 15 peserta dari berbagai usia, dengan mayoritas berasal dari kalangan anak-anak.
Menurutnya, Pasinta membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar, asalkan sudah mampu membaca. Bahkan anak berusia delapan tahun sudah diperbolehkan mengikuti pelatihan sebagai upaya mengenalkan seni tradisi sejak dini.
Antusiasme peserta pun tidak hanya datang dari Tulungagung. Sejumlah calon peserta dari Kabupaten Trenggalek, terutama wilayah Kampak dan Panggul, juga mulai mendaftar untuk mengikuti program tersebut.
Untuk menambah semangat para peserta, kegiatan ini juga menghadirkan dalang muda Adit Seta Bagaskara dalam pementasan wayang. Kehadirannya diharapkan mampu memotivasi peserta agar semakin mencintai seni pedalangan, karawitan, dan tembang Jawa.
Melalui Sinaun Ninden, Pasinta bersama Disbudpar Tulungagung optimistis mampu melahirkan regenerasi seniman tradisi yang siap menjaga keberlangsungan seni sinden dan karawitan. Program ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang, meski di tengah derasnya arus modernisasi,” ujarnya.***












