TRENGGALEK, 3detik.com – Sebanyak 240 siswa bersiap menempati gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR01) Kabupaten Trenggalek. Sebelum kegiatan belajar dimulai, para orang tua diajak mengikuti open house untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus melihat fasilitas yang telah disiapkan, Jumat (31/7/2026).
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, ST Triadi Admono, menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui sektor pendidikan.
“Sekolah Rakyat adalah simbol kehadiran negara untuk memuliakan anak-anak dari keluarga miskin. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum sempat mengenyam pendidikan agar bisa kembali belajar,” ujar Triadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum yang telah mendukung hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek.
Sementara itu, PIC SR01 Trenggalek, Laode Taufik Nuryadin, menjelaskan open house diikuti orang tua dari 75 siswa angkatan pertama dan calon siswa baru sehingga total peserta didik yang akan menempati sekolah tersebut mencapai sekitar 240 orang.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah baru kepada para wali murid, mengingat sebagian pembangunan fasilitas masih dalam proses penyelesaian.
Pada hari yang sama, sebanyak 75 siswa angkatan pertama mulai dipindahkan dari gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Trenggalek ke asrama baru di kompleks Sekolah Rakyat.
Meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, Laode memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal. Saat ini, asrama dan ruang kelas jenjang SMP sudah siap digunakan, sedangkan gedung SD dan SMA masih dalam tahap penyelesaian, terutama instalasi listrik dan pekerjaan pendukung lainnya.
“Pembelajaran tetap berjalan. Beberapa pekerjaan konstruksi kami hentikan sementara agar tidak mengganggu aktivitas siswa,” pungkasnya.***












