TRENGGALEK, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai membidik potensi karbon hutan sebagai sumber ekonomi baru berbasis lingkungan. Langkah itu ditandai dengan digelarnya Workshop Penjangkauan Kebijakan Potensi Karbon pada Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) Perhutanan Sosial dalam Dokumen Rencana Kerja Perhutanan Sosial (RKPS) di Smart Center, Senin (13/7/2026).
Workshop yang digagas Universitas Merdeka Madiun bersama Lembaga Studi Ekosistem Hutan (LeSEHan) Madiun itu menjadi upaya memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan mengenai tata kelola karbon di kawasan hutan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong agar potensi karbon masuk dalam dokumen RKPS sebagai pijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Drs. Stefanus Triadi Atmono, saat membacakan sambutan Bupati Trenggalek mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kolaborasi dengan LeSEHan Madiun yang melibatkan Trenggalek dalam penelitian internasional terkait tata kelola bentang alam hutan.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan visi daerah untuk menjaga kelestarian hutan tanpa mengesampingkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Trenggalek memiliki kawasan hutan yang sangat luas. Karena itu, pengelolaannya harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekologi, sosial, dan ekonomi,” demikian isi sambutan Bupati.
Melalui Program Perhutanan Sosial, masyarakat tidak hanya diberi akses mengelola kawasan hutan secara legal, tetapi juga didorong memanfaatkan berbagai peluang ekonomi berkelanjutan. Mulai dari hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, hingga potensi perdagangan karbon yang kini menjadi perhatian dunia.
Pemkab Trenggalek berharap penguatan kebijakan karbon dalam RKPS mampu membuka peluang investasi hijau, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung target penurunan emisi karbon nasional.***












