TRENGGALEK, 3detik.com – Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3/2026). Dalam agenda tersebut, Gus Ipul mensosialisasikan program Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai upaya menyatukan basis data bantuan sosial dari pusat hingga daerah.
DTSEN merupakan sistem data terintegrasi yang digunakan untuk perencanaan, evaluasi, hingga pengambilan kebijakan strategis. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dinilai serius dalam pengelolaan data masyarakat.
Menurutnya, keselarasan data antara pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah menjadi kunci agar program bantuan sosial tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025, yang menetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai satu-satunya lembaga pengolah data.
“Trenggalek termasuk daerah yang peduli terhadap akurasi data. Ini penting agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan, data sosial bersifat dinamis sehingga perlu diperbarui secara berkala. Perubahan status masyarakat seperti kelahiran, kematian, hingga kondisi ekonomi harus terus dicatat agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran bantuan.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyatakan kesiapan daerahnya mendukung DTSEN. Salah satunya dengan menyiapkan Posko GERTAK sebagai pusat koordinasi petugas BPS, pemerintah desa, dan operator desa.
“Data memang terpusat, tapi prosesnya dikumpulkan dari daerah. Karena itu, integrasi dengan sistem pusat harus benar-benar berjalan,” jelasnya.
Pemkab juga mendorong peran aktif pemerintah desa dalam memperbarui data warga. Selain itu, layanan administrasi seperti perekaman KTP terus digencarkan agar masyarakat tidak terlewat dari pendataan.
Pemutakhiran data ini diharapkan mampu menjangkau kelompok “invisible people” atau warga yang belum terdata dan selama ini belum tersentuh bantuan sosial. Dengan data yang akurat, pemerintah optimistis intervensi bantuan bisa lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Pemkab Trenggalek juga tengah berupaya mengatasi persoalan nonaktifnya bantuan iuran Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi ribuan warga. Upaya sementara dilakukan bersama BAZNAS, sambil menunggu perbaikan data melalui DTSEN agar bantuan dapat kembali disalurkan secara tepat,” ungkapnya.***












