Scroll untuk baca artikel
Trenggalek

Sekda Lepas Purna Tugas Staf Ahli Bupati, 40 Tahun Dedikasi untuk Trenggalek

×

Sekda Lepas Purna Tugas Staf Ahli Bupati, 40 Tahun Dedikasi untuk Trenggalek

Share this article
Totok, yang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati, resmi memasuki masa pensiun per 1 Maret 2026 setelah mengabdi selama 40 tahun

TRENGGALEK, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melepas masa purna tugas Totok Rudijanto dalam apel pagi ASN di lingkup Sekretariat Daerah, Jumat (27/2/2026). Pelepasan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto.

Totok, yang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati, resmi memasuki masa pensiun per 1 Maret 2026 setelah mengabdi selama 40 tahun 1 bulan sebagai aparatur sipil negara di Kabupaten Trenggalek.

Dalam perjalanan kariernya, Totok mengawali pengabdian sebagai Mantri Polisi. Selama empat dekade, ia telah menjalani lebih dari 19 kali mutasi jabatan. Penugasan terlama dijalaninya di Sekretariat Daerah Trenggalek selama kurang lebih 15 tahun.

Di lingkungan Setda, Totok pernah menjabat Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, hingga akhirnya dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati. Selain itu, ia juga pernah memimpin Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Ia pun sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial PPPA.

Sekda Edy Soepriyanto dalam sambutannya berharap silaturahmi antara Totok dan jajaran pegawai Setda tetap terjalin meski telah memasuki masa pensiun. Ia juga mendoakan agar Totok senantiasa diberikan kesehatan serta tetap dapat berkontribusi bagi masyarakat di lingkungan yang berbeda.

Edy mengenang Totok sebagai rekan kerja yang berdedikasi dan berpengalaman. Ia pun berharap, sebagai salah satu ASN senior, Totok tetap berkenan memberikan saran dan bimbingan bagi para junior di lingkungan Setda.

Sementara itu, dalam pesan perpisahannya, Totok menyampaikan bahwa pada dasarnya tidak ada ASN yang lebih atau kurang, selama mau saling melengkapi dalam organisasi. Menurutnya, kunci bekerja di pemerintahan adalah kemauan untuk belajar dan beradaptasi, terutama saat menghadapi mutasi jabatan.

“Setiap penugasan baru adalah tantangan. Selama mau belajar, pasti bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh ASN bekerja dengan baik, teliti, dan menjaga kekompakan demi mendukung kinerja organisasi,” ungkapnya.***