TULUNGAGUNG, 3detik.com – Kabar baik bagi keluarga kurang mampu di Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung kini menghadirkan rumah terapi yang bisa dimanfaatkan secara gratis, khususnya bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 4.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, fasilitas tersebut disiapkan untuk membuka akses layanan terapi bagi masyarakat yang selama ini mungkin terkendala biaya.
Menurutnya, kelompok keluarga desil 1 sampai 4 menjadi prioritas karena program tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah melalui Dinas Sosial bersama Kementerian Sosial.
“Yang diprioritaskan adalah anak-anak dan keluarga desil 1 sampai 4. Itu yang kita utamakan karena memang menjadi tugas pemerintah melalui Dinas Sosial dan Kementerian Sosial,” kata Ahmad Baharudin.
Ia juga mengapresiasi para relawan dan seluruh pihak yang ikut mendukung hadirnya rumah terapi tersebut. Ahmad berharap fasilitas ini tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga semakin dikenal masyarakat luas.
Ia bahkan meminta media ikut membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar keluarga yang membutuhkan tidak ragu datang dan memanfaatkan layanan terapi secara gratis.
“Terapi di sini gratis. Kami berharap teman-teman media ikut menyebarluaskan informasi ini agar masyarakat Tulungagung mengetahui dan memahami bahwa ada rumah terapi untuk anak-anak dari keluarga desil 1 sampai desil 4,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, bantuan sosial dari Kementerian Sosial juga kembali disalurkan kepada masyarakat.
Tahun ini, nilai bantuan mencapai sekitar Rp470 juta yang diberikan kepada 204 penerima dari lima kelompok sasaran, yakni anak, penyandang disabilitas, lansia, kelompok rentan, serta orang dengan disabilitas psikososial maupun intelektual.
“Untuk penyalurannya sudah hampir seluruhnya,” ujar Reni, Kamis (13/8/2026).
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Bentuknya mulai sembako, lemari, tempat tidur, sepeda, hingga bantuan untuk mengembangkan usaha.
Untuk penerima bantuan kewirausahaan, bantuan dapat berupa peralatan usaha, gerobak, kompor gas, mesin cuci hingga ternak kambing. Bahkan, ada penerima yang memperoleh dua ekor kambing untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.
Reni menyebut bantuan Kemensos tersebut bukan kali pertama diterima masyarakat Tulungagung. Sebelumnya, bantuan juga telah disalurkan pada Mei dan Juni 2026.
Dari sekitar 500 penerima yang diusulkan Pemkab Tulungagung, sekitar 300 orang telah menerima bantuan. Sedangkan usulan lainnya masih menjalani proses verifikasi dan akurasi di Kemensos.
“Kami berharap tahun ini usulan sekitar 500 penerima tersebut bisa terpenuhi seluruhnya,” katanya.
Rangkaian kegiatan sosial tersebut juga diisi dengan khitanan massal, kegiatan bersama PMI, peresmian rumah terapi dan donor darah.
Tak berhenti pada bantuan sosial, Dinas Sosial Tulungagung juga terus berkoordinasi dengan Kemensos dan sentra pelayanan sosial untuk memperluas dukungan bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas.
Salah satu rencana yang tengah didorong adalah penyediaan ruang usaha bagi penyandang disabilitas, termasuk gagasan menghadirkan kantin khusus difabel.
“Kami terus berkomunikasi dan beberapa kali menghadap ke sana. Mudah-mudahan ke depan kebutuhan teman-teman difabel bisa lebih terakomodasi, salah satunya melalui kantin difabel,” pungkas Reni.***












