TULUNGAGUNG , 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung resmi meluncurkan tujuh layanan inovasi, Senin (24/8/2026).
Peluncuran inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tulungagung untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan prima bagi masyarakat.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si, dalam berbagai hal menyampaikan, pelaksanaan agenda ini memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Peraturan Menteri terkait petunjuk teknis penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 95 Tahun 2022.
Selain diluncurkannya tujuh inovasi, agenda tersebut juga menjadi momentum perpanjangan nota kesepahaman atau MoU antara Pemkab Tulungagung dengan sejumlah instansi vertikal.
Sebanyak 16 instansi ikut memperkuat sinergi pelayanan di MPP Tulungagung. Di antaranya kepolisian, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Imigrasi, Kantor Pajak, BNN, ATR/BPN, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Kementerian Agama, BPS hingga sejumlah lembaga dan perbankan lainnya.
“Langkah ini menjadi bukti komitmen dan sinergi yang terus dijaga agar pelayanan kepada masyarakat tidak terputus dan justru semakin prima,” demikian semangat yang disampaikan dalam agenda tersebut.
Tak hanya itu, DPMPTSP juga telah menjalin kerja sama dengan 20 perangkat daerah dan BUMD di lingkungan Pemkab Tulungagung sejak awal tahun 2026.
Kinerja MPP Tulungagung sepanjang semester pertama 2026 pun menunjukkan hasil positif. Sebanyak 10.285 layanan berhasil diterbitkan dari total 120 jenis layanan yang tersedia.
Sementara itu, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perizinan tetap mampu dipertahankan pada kategori sangat baik.
Sinergi dalam pelayanan publik tersebut juga berdampak pada iklim investasi di Tulungagung. Hingga semester pertama tahun 2026, realisasi investasi daerah telah mencapai sekitar Rp652,2 miliar.
Dengan diluncurkannya tujuh inovasi baru ini, Pemkab Tulungagung berharap pelayanan publik semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu memperkuat daya tarik investasi di daerah.***












