TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sebanyak tujuh inovasi baru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi diluncurkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (24/8/2026).
Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Dalam kesempatan yang sama, juga digelar penandatanganan dan perpanjangan nota kesepahaman atau MoU Mal Pelayanan Publik (MPP) secara simbolis.
Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan, launching bukan menjadi akhir dari sebuah inovasi. Justru, menurutnya, peluncuran menjadi awal untuk membuktikan apakah inovasi tersebut benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat.
“Setiap inovasi harus terus digunakan, dikembangkan, dievaluasi, dan diukur dampaknya,” tegas Ahmad Baharudin.
Ia meminta tujuh inovasi yang diluncurkan tidak sekadar menjadi program bagus di atas kertas. Seluruh inovasi harus benar-benar diterapkan dan mampu menjadi budaya kerja baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, peningkatan pelayanan publik dan investasi juga membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak bisa hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah.
“Investasi dan pelayanan publik bukan pekerjaan satu perangkat daerah. Ini adalah pekerjaan bersama,” ujarnya.
Plt Bupati berharap tujuh inovasi tersebut bisa menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat dan berkualitas. Di sisi lain, inovasi itu juga diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Tulungagung.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si.,mengatakan peluncuran inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tulungagung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain tujuh inovasi, MPP Tulungagung juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga. Sebanyak 16 instansi ikut menjalin kerja sama, mulai dari kepolisian, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Imigrasi, Kantor Pajak, BNN, ATR/BPN, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Kementerian Agama, BPS hingga sejumlah lembaga dan perbankan.
DPMPTSP Tulungagung juga telah membangun kerja sama dengan 20 perangkat daerah dan BUMD sejak awal 2026.
Kinerja MPP Tulungagung pun menunjukkan hasil positif. Sepanjang semester pertama 2026, tercatat sebanyak 10.285 layanan diterbitkan dari total 120 jenis layanan yang tersedia. Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perizinan juga masih berada dalam kategori sangat baik.
Tak hanya pelayanan, sinergi tersebut turut berdampak pada sektor investasi. Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Tulungagung telah mencapai sekitar Rp652,2 miliar.
Dengan hadirnya tujuh inovasi baru, Pemkab Tulungagung berharap pelayanan publik semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik investasi di daerah.***












