Scroll untuk baca artikel
Sidoarjo

Posko Tolak Miras ForPis Sidoarjo Banjir Dukungan, DPRD Siap Gelar Hearing

×

Posko Tolak Miras ForPis Sidoarjo Banjir Dukungan, DPRD Siap Gelar Hearing

Share this article
Gerakan penolakan peredaran minuman keras (miras) yang digagas Forum Peduli Sarirogo (ForPis)

SIDOARJO, 3detik.com – Gerakan penolakan peredaran minuman keras (miras) yang digagas Forum Peduli Sarirogo (ForPis) terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Setelah mendirikan Posko Tolak Miras di kawasan Ruko Citra City, dekat outlet Pendekar Bottle, simpati masyarakat terus mengalir.

Koordinator ForPis, Chusen Al Ghozi, mengaku tidak menyangka antusiasme warga begitu besar. Selain dukungan moral dari tokoh masyarakat, ulama, Muslimat NU, Ansor, Banser, hingga warga sekitar, sejumlah bantuan berupa air mineral, makanan ringan, dan donasi sebesar Rp500 ribu juga diberikan untuk mendukung perjuangan mereka.

“Alhamdulillah, banyak pihak ikut mendukung. Harapan kami sederhana, Sidoarjo bisa terbebas dari penyakit masyarakat seperti miras, narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya,” ujar Chusen, Minggu (26/7/2026).

Di sekitar posko juga dipasang sejumlah spanduk berisi ajakan menolak miras, narkoba, prostitusi, dan penyebaran HIV. Dukungan terhadap gerakan tersebut turut disampaikan Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KHR Abdussalam Mudjib yang mendorong penutupan outlet miras serta pemberantasan narkoba.

Senada, Pengurus Cabang Pergunu Sidoarjo Ahmad Anwar menilai miras dan narkoba menjadi ancaman serius karena merusak individu, menghancurkan keluarga, serta mengganggu ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Tim Advokasi ForPis, H. Samiadji Makin Rahmat, optimistis perjuangan menekan peredaran miras di Sidoarjo akan berhasil jika mendapat dukungan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, MUI, hingga pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan, ForPis dijadwalkan menghadiri hearing dengan Ketua DPRD Sidoarjo pada Senin (27/7/2026) untuk membahas maraknya peredaran miras, narkoba, pergaulan bebas, dan kenakalan remaja.

“Ini momentum penting agar semua pihak bersama-sama mencari solusi. Kami berharap ada langkah nyata untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyakit masyarakat,” tegasnya.***