Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Dulu Terisolir, Kini Desa Manding Tulungagung Ramai, Harga Tanah Melejit hingga Rp10 Juta per Ru

×

Dulu Terisolir, Kini Desa Manding Tulungagung Ramai, Harga Tanah Melejit hingga Rp10 Juta per Ru

Share this article
Plt Bupati Tulungagung, Dandim 0807/Tulungagung, perwakilan Yonif TP, Kepala DPMD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, Forkopimcam Pucanglaban

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kawasan pinggiran dan sulit akses, kini mulai berbenah.

Harapan baru itu ditandai dengan dibukanya Karya Bakti TNI 2026 di Desa Manding, Selasa (11/8/2026). Program kolaborasi Pemkab Tulungagung dan Kodim 0807/Tulungagung tersebut menyasar pembangunan infrastruktur jalan rabat beton sepanjang sekitar 1,5 kilometer.

Pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses kendaraan. Pemkab berharap konektivitas baru tersebut ikut menggerakkan perekonomian warga sekaligus membantu menekan angka kemiskinan ekstrem di Tulungagung.

Pembukaan Karya Bakti TNI dihadiri Plt Bupati Tulungagung, Dandim 0807/Tulungagung, perwakilan Yonif TP, Kepala DPMD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, Forkopimcam Pucanglaban, serta jajaran pemerintah daerah.

Plt Bupati Tulungagung menegaskan, Karya Bakti TNI menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah dan masyarakat dalam membangun wilayah.

Menurutnya, jalan menuju kawasan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan tersebut memiliki fungsi strategis. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, akses jalan juga diharapkan mendukung sektor pertanian, ketahanan pangan hingga membuka peluang pengembangan wisata pesisir dan pegunungan.

“Pembangunan jalan ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka akses potensi wisata pesisir dan pegunungan di Tulungagung,” ujarnya.

Pemkab mencatat angka kemiskinan ekstrem di Tulungagung berada di angka 0,25 persen pada 2025. Karena itu, pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas akses ekonomi masyarakat.

Dampaknya bahkan mulai dirasakan warga Desa Manding sejak keberadaan markas Yonif di kawasan tersebut.

Kepala Desa Manding menyebut wilayahnya yang selama belasan tahun dianggap cukup terisolir kini mulai mengalami perubahan. Salah satunya terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Harga tanah di sekitar kawasan yang sebelumnya berada di kisaran Rp500 ribu per ru disebut kini meningkat hingga Rp7 juta-Rp10 juta per ru.

Tak hanya harga tanah. Aktivitas UMKM juga ikut tumbuh.

Sedikitnya 50 pelaku usaha lokal kini tergabung dalam paguyuban pedagang. Sebagian besar sebelumnya bekerja sebagai petani dan buruh kasar.

Saat anggota batalyon menikmati waktu pesiar, perputaran uang di kawasan tersebut disebut bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta per hari.

Untuk memperkuat konektivitas, pembangunan tidak berhenti pada jalan rabat beton sepanjang 1,5 kilometer. Dinas PUPR bersama Bappeda juga menyiapkan jalan sirip yang menghubungkan kawasan Yonif dengan Balai Desa Manding.

Sementara itu, Dandim 0807/Tulungagung mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga dan menyukseskan pembangunan tersebut.

Keterlibatan mahasiswa KKN UIN Satu Tulungagung hingga personel Yonzipur 5/GG juga diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan.

Dandim juga mengingatkan warga agar ikut merawat fasilitas yang telah dibangun. Dengan begitu, jalan dan infrastruktur tersebut bisa digunakan dalam jangka panjang.

Kolaborasi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat ini diharapkan menjadi pemicu perubahan di wilayah perbatasan Tulungagung. Bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.***