Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Bidik Penghargaan APE Kategori Mentor, Tulungagung Pamerkan 271 Desa Ramah Perempuan dan Anak

×

Bidik Penghargaan APE Kategori Mentor, Tulungagung Pamerkan 271 Desa Ramah Perempuan dan Anak

Share this article
Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., saat menerima Tim Verifikasi Lapangan APE 2026

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pemkab Tulungagung terus menggenjot program kesetaraan gender. Berbagai capaian di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi andalan untuk membidik penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2026 kategori Mentor.

Komitmen tersebut dipaparkan langsung Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., saat menerima Tim Verifikasi Lapangan APE 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (4/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa kesetaraan gender harus menjadi bagian dari seluruh kebijakan pembangunan. Mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan program di lapangan.

Sejumlah capaian pun dipaparkan. Salah satunya Indeks Pembangunan Gender (IPG) Tulungagung tahun 2025 yang mencapai 95,84, melampaui angka Jawa Timur dan nasional.

Tak hanya itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) juga turun signifikan dari 0,345 pada 2024 menjadi 0,191 pada 2025. Sementara Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) tercatat sebesar 69,99.

Dari sisi anggaran, dukungan terhadap program kesetaraan gender terus meningkat. Anggaran Responsif Gender (ARG) naik dari 34,65 persen pada 2024 menjadi 36,39 persen pada 2025 dan tersebar di 53 perangkat daerah.

Bahkan, alokasi anggaran desa untuk mendukung Pengarusutamaan Gender (PUG) mencapai Rp70,93 miliar atau 28,01 persen dari total Dana Desa tahun 2025.

Di tingkat desa, Tulungagung kini memiliki 271 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Program ini diperkuat melalui Forum Anak Desa, Kampung KB, Desa Sehat serta berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan.

Pemkab juga memperkuat perlindungan perempuan dan anak dengan menghadirkan Pos Bantuan Hukum di seluruh desa dan kelurahan. Selain itu, layanan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak terus diperkuat melalui kerja sama dengan Pengadilan Agama.

Berbagai inovasi pelayanan publik juga dikembangkan. Di antaranya Sanggarrege untuk memantau perencanaan dan penganggaran responsif gender, SI KARISMA, Public Safety Center, SETUNGGAL, MUSPADI hingga SIPEKA TETULUNG.

Ahmad Baharudin berharap verifikasi lapangan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas program kesetaraan gender di Tulungagung.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang adil tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar perempuan, anak dan kelompok rentan memperoleh kesempatan serta perlindungan yang layak.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pemkab Tulungagung optimistis dapat meraih hasil terbaik dalam penilaian APE 2026. Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pemerintah daerah ingin memastikan kesetaraan gender benar-benar dirasakan masyarakat.***