Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Dari Enam Terbawah Kini Peringkat 19, Tulungagung Tancap Gas Benahi Data Bansos Digital

×

Dari Enam Terbawah Kini Peringkat 19, Tulungagung Tancap Gas Benahi Data Bansos Digital

Share this article
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Capaian registrasi Perlinsos Digital Kabupaten Tulungagung menunjukkan peningkatan signifikan. Dari sebelumnya berada di posisi enam terbawah di Jawa Timur, kini Tulungagung berhasil naik ke peringkat 19 dari total 38 kabupaten/kota.

Peningkatan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, saat menghadiri Workshop Implementasi Perlinsos Digital dan Aplikasi SIKS-NG di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (3/11/2026).

Ahmad Baharudin menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial beserta seluruh petugas lapangan yang telah bekerja keras mempercepat proses registrasi. Ia berharap capaian tersebut terus meningkat dan tidak berhenti di posisi saat ini.

Menurutnya, transformasi digital dalam pelayanan bantuan sosial menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, saat ini pemerintah sedang melakukan peralihan sistem pendataan dan registrasi melalui SIKS-NG, Cek Bansos, hingga portal Perlinsos Digital.

Ia mengakui perubahan sistem tersebut menimbulkan sejumlah kendala bagi petugas di lapangan. Mulai dari sinkronisasi data, pendaftaran akun, hingga tumpang tindih penggunaan aplikasi.

Karena itu, Ahmad Baharudin menilai workshop ini penting untuk menyamakan pemahaman sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan teknis yang dihadapi petugas.

Ia meminta seluruh jajaran, khususnya Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta operator desa dan kelurahan, terus memperkuat koordinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, S.STP., M.M., menjelaskan workshop tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam menjalankan sistem perlindungan sosial berbasis digital.

Reni menyebut masih ada beberapa kecamatan yang perlu mengejar ketertinggalan registrasi. Di antaranya Pucanglaban, Tanggunggunung, Ngantru, dan Gondang.

Sebaliknya, Kecamatan Tanggunggunung dan Kedungwaru mendapat apresiasi atas capaian registrasi yang dinilai cukup baik.

Workshop tersebut juga menghadirkan empat narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) serta Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tulungagung menargetkan proses registrasi dan pemutakhiran data bantuan sosial semakin cepat, akurat, dan terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan masyarakat yang berhak menerima bantuan tidak terkendala persoalan administrasi maupun data.***