Sekda Edy Sambut Kepulangan 449 Jamaah Haji Trenggalek, Suasana Haru Warnai Pendopo
TRENGGALEK, 3detik.com – Sebanyak 449 jamaah haji asal Kabupaten Trenggalek tiba kembali di tanah air dan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (29/6/2026) dini hari.
Ratusan jamaah tersebut terdiri dari 346 orang dari kloter 105, 100 orang dari kloter 106, serta 3 jamaah dari kloter 109. Tiga jamaah dari kloter 109 ini bergabung bersama rombongan Trenggalek untuk kepulangan setelah menggantikan tiga jamaah kloter 105 yang meninggal dunia di Arab Saudi.
Tiga jamaah yang wafat saat menjalankan ibadah haji yakni Sulastri Wadi Somonadi (73), warga Kelurahan Kelutan, Suyudi Sukidjo Mintoharjo (77), warga Kelurahan Ngantru, dan Djemani Rido Noyo (77), warga Kelurahan Surodakan.
Dalam sambutannya, Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah yang berjalan lancar.
“Alhamdulillah malam ini kita bisa menyambut kedatangan jamaah haji dengan lancar. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan dapat menjadi teladan bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Subkan Hamzah, menyampaikan bahwa proses kepulangan jamaah tahun ini berlangsung lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, secara umum seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar meski ada beberapa jamaah yang memerlukan perhatian karena kondisi kesehatan.
Sistem penjemputan tahun ini juga mendapat respons positif. Pemkab Trenggalek memisahkan lokasi penjemputan jamaah dan pengambilan koper untuk mengurangi kepadatan. Jamaah diturunkan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, sementara koper diambil di GOR Gajah Putih.
Ketua Pengurus Daerah IPHI Trenggalek, M. Rofiq Hindiono, menilai langkah tersebut sangat efektif dalam memperlancar pelayanan.
Menurutnya, pemisahan lokasi membuat proses penjemputan lebih tertib, teratur, dan nyaman bagi jamaah maupun keluarga penjemput.
Subkan Hamzah menambahkan, skema ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk menghindari penumpukan kendaraan dan massa di satu titik. Jika terbukti efektif, pola tersebut akan dipertahankan pada musim haji berikutnya.
Untuk mendukung kelancaran kepulangan jamaah, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menyiapkan 10 armada bus dari total 12 bus yang digunakan. Dua armada lainnya disediakan secara mandiri oleh jamaah.
Selain bus, Pemkab juga menyediakan tiga kendaraan pengawalan, tiga mobil pendamping, serta satu ambulans guna memastikan proses kepulangan jamaah berjalan aman dan nyaman.***












