TULUNGAGUNG, 3detik.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, saat memimpin apel peringatan di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (2/6/2026).
Dalam amanatnya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak dapat dipisahkan dari dua momentum nasional lainnya, yakni Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Ketiga peringatan tersebut menjadi sarana refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan, pendidikan, dan semangat persatuan.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan bangsa Indonesia pada lahirnya Budi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak awal kebangkitan nasional. Sementara Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi masa depan.
Pada kesempatan itu, Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Tulungagung yang dinilai telah menjaga semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai semangat tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Penghargaan juga diberikan kepada para guru, tenaga kependidikan, tokoh pendidikan, serta para pelajar yang terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini telah mengalami perubahan. Jika pada masa lalu perjuangan berfokus pada menjaga kedaulatan wilayah, kini tantangan terbesar berada pada penguasaan informasi serta transformasi digital yang berkembang sangat cepat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Baharudin mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi melalui tiga langkah utama. Pertama, menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kedua, mengoptimalkan peran pendidikan formal maupun nonformal untuk mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter. Ketiga, menyiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa yang mampu membawa Indonesia menuju kemandirian dan kesejahteraan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan, partisipasi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya membutuhkan dukungan, pikiran, dan kerja keras seluruh masyarakat. Setiap kontribusi yang diberikan untuk kemajuan daerah akan menjadi bagian penting dalam membangun Tulungagung yang lebih baik,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Baharudin mengajak seluruh pihak untuk tidak sekadar menjalankan kewajiban seremonial, melainkan menjadikan semangat Pancasila, pendidikan, dan kebangkitan nasional sebagai landasan dalam menciptakan perubahan nyata bagi kemajuan Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.***












