Scroll untuk baca artikel
Trenggalek

Lantik 88 PNS, Wabup Trenggalek Dorong ASN Jadi Motor Inovasi Daerah

×

Lantik 88 PNS, Wabup Trenggalek Dorong ASN Jadi Motor Inovasi Daerah

Share this article
Wabup Trenggalek Lantik 88 PNS, Tekankan Profesionalisme dan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Wabup Trenggalek Lantik 88 PNS, Tekankan Profesionalisme dan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

TRENGGALEK, 3detik.com – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, mengambil sumpah dan janji 88 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari 31 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (26/5/2026).

Dari total 88 PNS yang dilantik, sebanyak 69 orang merupakan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional yang mencakup 19 jenis jabatan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat birokrasi yang profesional dan berbasis kompetensi.

Dalam sambutannya, Wabup Syah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang telah diambil sumpah dan janjinya. Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pencapaian karier, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat kepada seluruh PNS yang dilantik. Momentum ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, jabatan fungsional memiliki peran strategis karena menuntut keahlian dan keterampilan khusus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, para ASN yang dilantik diminta terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas diri.

“Jabatan fungsional bukan hanya soal jenjang karier, tetapi juga tentang kontribusi nyata dan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Syah menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek membutuhkan aparatur yang mampu bekerja cepat, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“ASN tidak boleh bekerja dengan pola lama. Keterbatasan anggaran harus menjadi dorongan untuk menghadirkan solusi dan terobosan yang lebih efektif bagi masyarakat,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Wabup Syah meminta para pejabat fungsional yang baru dilantik untuk menjadi motor penggerak perubahan di masing-masing perangkat daerah. Ia berharap muncul ide-ide baru, metode kerja yang lebih efektif, serta berbagai inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Trenggalek,” ungkapnya.***