Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Program MBG di Tulungagung Dikebut, Sertifikasi Dapur Jadi Prioritas

×

Program MBG di Tulungagung Dikebut, Sertifikasi Dapur Jadi Prioritas

Share this article
Tenaga Ahli BGN, Njoto Suwignyo, melakukan kunjungan dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tulungagung, Jumat (15/5/2026), untuk mengecek kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan yang berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati itu difokuskan pada validasi infrastruktur dapur, koordinasi teknis, serta sosialisasi pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional tersebut.

Tenaga Ahli BGN, Njoto Suwignyo, mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan regulasi terbaru.

“Program ini harus didukung fasilitas dapur yang layak, higienis, dan memiliki sanitasi yang baik,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, BGN mencatat terdapat 140 mitra Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPBG) di Tulungagung. Namun, baru sekitar 50 mitra yang hadir dalam koordinasi awal.
Njoto menegaskan, kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi syarat utama operasional dapur MBG. Sejumlah SPPBG yang belum memenuhi syarat saat ini masih dihentikan sementara.

Pemkab Tulungagung disebut tengah mempercepat penerbitan rekomendasi manual agar dapur yang disuspend bisa kembali beroperasi dalam satu hingga dua minggu ke depan.

BGN juga menyoroti pentingnya peran tenaga ahli gizi dalam keberhasilan program MBG. Mereka bertugas menghitung kebutuhan gizi penerima manfaat, menentukan porsi makanan, hingga mengawasi keamanan pangan.

Menanggapi temuan benda asing dalam makanan yang sempat menjadi perhatian publik, Njoto menyebut hal tersebut merupakan tanggung jawab teknis pengolah makanan. Meski begitu, ia meminta ahli gizi tetap menjaga profesionalisme dan integritas.

“Ahli gizi harus independen dan berani melaporkan jika ada ketidaksesuaian di lapangan,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan program hingga wilayah pelosok, BGN menyiapkan dua langkah percepatan, yakni pembangunan dapur mandiri di wilayah 3T serta mendorong kemitraan lokal menyesuaikan fasilitas dapur dengan standar nasional.

Sementara itu, Ketua Satgas Kabupaten Tulungagung, Bagus Kuncoro, memaparkan progres pemetaan wilayah dan distribusi logistik. Perwakilan mitra SPPBG, Joko Ibrahim, juga menyampaikan kesiapan fasilitas dapur dan armada distribusi di lapangan.

Kegiatan ini turut dihadiri Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung suksesnya program MBG di Tulungagung.

“Kami menyambut baik kehadiran tim dari pusat. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Plt Bupati Ahmad Baharudin.***