SURABAYA, 3detik.com – Program Studi Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus berupaya menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah itu diwujudkan melalui Forum Diskusi Bersama Stakeholder yang melibatkan DPRD Jawa Timur, DPRD Kota Surabaya, KPU, Bawaslu, Kesbangpol Jatim, pemerintah daerah, hingga media massa, Rabu (15/7).
Koordinator Program Studi Ilmu Politik UNESA, Dr. Mochamad Arif Affandi, mengatakan penyusunan kurikulum tidak hanya berfokus pada penguatan teori, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan analisis kebijakan, riset berbasis data, komunikasi publik, literasi digital, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.
“Melalui forum ini kami menyerap masukan dari berbagai mitra agar lulusan Ilmu Politik UNESA benar-benar siap menghadapi tantangan di dunia profesional,” ujarnya.
Salah satu masukan datang dari perwakilan DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali keterampilan yang lebih aplikatif, mulai dari analisis kebijakan publik, penyusunan anggaran daerah, evaluasi RPJMD, hingga penyusunan policy brief berbasis data sebagai bekal mendukung kerja-kerja legislatif.
Sementara itu, KPU menyoroti pentingnya pembekalan terkait kepemiluan sebelum mahasiswa menjalani magang. Materi seperti tahapan pemilu, administrasi, tata kelola kelembagaan, pendidikan pemilih, hingga pengelolaan data dinilai penting, disertai kemampuan komunikasi, literasi digital, dan fact checking.
Dari kalangan media, para praktisi mendorong penguatan kemampuan komunikasi publik, public speaking, literasi media, serta pengalaman riset dan proyek lapangan agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan industri media.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur, Sokip, menegaskan mahasiswa Ilmu Politik juga harus mampu menguasai teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung jurnalistik dan produksi konten digital.
“Mahasiswa tidak hanya harus mampu menyaring informasi, tetapi juga memiliki kemampuan analisis serta menghasilkan konten yang cepat, akurat, dan berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, SMSI Jawa Timur siap menjalin kolaborasi dengan UNESA untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi, jurnalistik, dan produksi konten digital.
Seluruh masukan dari berbagai stakeholder tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Ilmu Politik UNESA, dengan harapan mampu melahirkan lulusan yang lebih adaptif, kompetitif, dan sesuai kebutuhan dunia kerja.***












