BLITAR, 3detik.com – Suasana malam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Lingkungan Ngrebo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, berlangsung meriah.
Dentuman musik Gajah Mada Rock Dangdut menggelegar dari Panggung Merdeka RW 5. Ratusan warga tumplek blek menikmati sajian musik rock dangdut khas Jawa Timuran.
Namun, panggung tersebut bukan sekadar tempat hiburan Agustusan. Di balik kemeriahan musik dan sorotan lampu, warga juga unjuk kemampuan dalam lomba bernyanyi memperebutkan Piala Bergilir Kecamatan Sananwetan.
Kompetisi ini menjadi salah satu agenda utama Panggung Merdeka RW 5. Warga dari lingkungan sekitar mendapat kesempatan menunjukkan bakat tarik suara sekaligus membawa nama lingkungannya dalam ajang pencarian talenta tersebut.
Sekcam Sananwetan, Suprabowo, mengatakan Piala Bergilir Kecamatan Sananwetan dirancang bukan hanya sebagai penghargaan bagi juara.
Ajang tersebut diharapkan menjadi agenda rutin setiap Agustus untuk mencari bibit-bibit penyanyi potensial mulai dari tingkat RT.
“Piala tersebut akan dilombakan setiap bulan Agustus untuk mencari bibit talenta di tingkat RT,” ujar Suprabowo.
Konsep tersebut membuat perayaan kemerdekaan di tingkat kampung menjadi lebih hidup. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapat ruang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.
Apalagi, Panggung Merdeka RW 5 dikemas cukup profesional. Tata cahaya, sound system dan videotron membuat penampilan peserta lomba bernyanyi terasa seperti berada di panggung pertunjukan musik.
Kemeriahan semakin pecah ketika Gajah Mada Rock Dangdut naik panggung.
Perpaduan musik rock dan dangdut khas Jawa Timuran langsung membuat penonton ikut bergoyang. Anak-anak, kawula muda hingga orang tua larut dalam suasana.
Ketua RW 5 Lingkungan Ngrebo, Prawoto Sadewo, mengatakan konsep Panggung Merdeka memang sengaja dibuat berbeda.
Menurutnya, perayaan HUT Kemerdekaan tidak harus selalu identik dengan seremoni formal. Momentum Agustusan justru bisa menjadi ruang bagi warga untuk berkarya dan menunjukkan kreativitas.
“Kami ingin mengubah stigma. Acara tingkat RW bukan berarti harus seadanya atau sekadar seremonial potong tumpeng dan kumpul-kumpul formal. Panggung Merdeka ini adalah hajatan dari warga dan untuk warga,” kata Prawoto.
Ia menyebut potensi seni masyarakat sebenarnya sangat besar. Karena itu, warga perlu diberi ruang dan panggung yang layak agar bakat mereka bisa berkembang.
“Warga kami punya potensi seni yang luar biasa. Saat diberikan wadah panggung bertaraf profesional dengan lighting dan sound system yang mantap, energi dan semangat kemerdekaan itu benar-benar terasa membakar,” ujarnya.
Bagi Prawoto, kemegahan panggung bukan tujuan utama. Hal terpenting adalah terciptanya kebersamaan.
Panggung Merdeka akhirnya bukan hanya menjadi arena hiburan maupun kompetisi, tetapi juga menjadi ruang berkumpul lintas generasi.
“Yang paling penting dari acara ini adalah kebersamaan. Di sini anak-anak, anak muda, orang tua, semuanya berkumpul dan menikmati acara bersama. Tidak ada sekat,” pungkasnya.***












