Scroll untuk baca artikel
Blitar

Misteri Mayat Perempuan di Sungai Brantas Terjawab, Korban Warga Ponggok

×

Misteri Mayat Perempuan di Sungai Brantas Terjawab, Korban Warga Ponggok

Share this article
Jasad Perempuan di Sungai Brantas Blitar Terungkap, Ini Identitas Korbannya
Jasad Perempuan di Sungai Brantas Blitar Terungkap, Ini Identitas Korbannya

BLITAR, 3detik.com – Teka-teki identitas jasad perempuan yang ditemukan di aliran Sungai Brantas, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, akhirnya terjawab. Korban diketahui berinisial SK (61), warga Desa Bendo Tugurante, Kecamatan Ponggok.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga pada Minggu (8/11/2026) pagi. Sebelum ditemukan meninggal dunia, SK diketahui memiliki riwayat penyakit ginjal yang sudah lama dideritanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban bahkan pernah menjalani operasi sekitar setahun lalu. Namun, kondisi kesehatannya belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Korban juga disebut mengalami gangguan psikologis yang diduga berkaitan dengan penyakit menahun tersebut.

Peristiwa penemuan jasad ini bermula sekitar pukul 09.45 WIB. Dua warga yang sedang memancing di sekitar Sungai Brantas melihat tubuh manusia hanyut terbawa arus di sebelah barat Jembatan Kereta Api Nguri, Desa Selokajang.

Keduanya kemudian berusaha mengikuti arah hanyutnya tubuh tersebut. Mereka menyusuri tepian sungai hingga sekitar satu kilometer dari titik awal.

Pencarian itu berakhir di kawasan tambangan perahu Selokajang. Di lokasi tersebut, seorang warga yang juga sedang memancing menemukan tubuh perempuan itu sudah berada di tepi sungai dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Srengat. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan.

Dari hasil penelusuran, polisi akhirnya berhasil memastikan identitas korban sebagai SK, warga Kecamatan Ponggok. Keterangan mengenai riwayat penyakit dan kondisi psikologis korban diperoleh dari pihak keluarga.

Meski identitas korban telah terungkap, penyebab pasti kematiannya masih harus dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Riwayat penyakit maupun dugaan kondisi depresi yang dialami korban tidak serta-merta menjadi penyebab kematian. Kepastian mengenai peristiwa tersebut tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. (Min)