TULUNGAGUNG, 3detik.com – Tradisi Labuh Masal yang digelar Kelompok Tani (Poktan) Angker bersama warga Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Senin (1/6/2026), berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah sekaligus upaya melestarikan tradisi agraris yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Acara tersebut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para petani dari berbagai wilayah sekitar.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Labuh Masal bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan petani yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
“Tradisi ini memiliki nilai budaya, spiritual, dan sosial yang kuat. Selain sebagai ungkapan syukur, Labuh Masal juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Tulungagung yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menyebut sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Tulungagung. Pada 2025, produksi padi daerah mencapai 319.969 ton gabah kering panen dari lahan seluas 45.966 hektare. Produksi tersebut menghasilkan sekitar 185.582 ton beras dengan surplus mencapai 94.638 ton.
Sementara hingga April 2026, luas panen tercatat 19.841 hektare dengan produksi 138.688 ton gabah kering panen. Capaian itu menghasilkan surplus beras sekitar 49.985 ton dan menempatkan Tulungagung sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan beras di Jawa Timur.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani serta dukungan pemerintah melalui program pendampingan, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga penguatan peran penyuluh di lapangan.
Meski demikian, Ahmad Baharudin mengingatkan sejumlah tantangan masih harus dihadapi, mulai dari alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, serangan hama, keterbatasan infrastruktur, hingga menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air guna mengantisipasi potensi musim kemarau panjang yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian tahun ini.
“Semangat gotong royong dan kerja keras petani harus terus dijaga agar pertanian Tulungagung semakin maju, modern, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Dukuh, Cuk Sindu Wiyoso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Labuh Masal tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat semangat petani sekaligus menjaga kelestarian budaya pertanian yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Pemerintah Desa Dukuh, lanjutnya, terus berupaya mendukung sektor pertanian melalui penyediaan listrik pertanian, pompa air, serta pengembangan sumber air untuk kebutuhan irigasi, terutama saat musim kemarau.
Selain itu, pemerintah desa juga mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk hand tractor, guna meningkatkan efektivitas pengolahan lahan dan mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian warga.
Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam tradisi Labuh Masal, masyarakat Desa Dukuh berharap sektor pertanian terus berkembang dan mampu menjadi penopang kesejahteraan warga di masa mendatang.***












