HUT Ke- 1 PT Gosiva Sukses Mandiri, Ini Pesan Direktur: Kualitas Lebih Utama Dibanding Kuantitas

HUT Ke-1 PT Gosiva Sukses Mandiri Suasana haru sekaligus meriah mewarnai perayaan ulang tahun pertama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tri Gosiva Sukses Mandiri Kabupaten Tulungagung
HUT Ke-1 PT Gosiva Sukses Mandiri Suasana haru sekaligus meriah mewarnai perayaan ulang tahun pertama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tri Gosiva Sukses Mandiri Kabupaten Tulungagung

TULUNGAGUNG, 3detik.com – HUT Ke-1 PT Gosiva Sukses Mandiri Suasana haru sekaligus meriah mewarnai perayaan ulang tahun pertama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tri Gosiva Sukses Mandiri Kabupaten Tulungagung, sebuah perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang genap usia satu tahun.

Direktur PT Gosiva Sukses Mandiri, Susy Lestari mengucapkan rasa terima kasih kepada semua tamu undang yang hadir diacara ini, acara yang penuh makna ini digelar dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepala BPJS, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, hingga perwakilan pemerintah setempat.

Bacaan Lainnya

Susy Lestari, Direktur PT Gosiva Sukses Mandiri (GSM) Tulungagung mengucapkan rasa syukur atas perjalanan perusahaannya selama 12 bulan terakhir.

Menurut Susy, bertahan dan terus berproses di tengah perubahan regulasi dan tantangan birokrasi adalah sebuah pencapaian besar.

“Selama satu tahun ini jujur saja kami masih banyak beradaptasi. Aturan pemerintah kan sering berubah-ubah, mulai dari undang-undang hingga sistem yang kini berbasis online. Itu tantangan besar, tapi kami terus menyesuaikan diri,” ujar Susy.

Meski jumplah PMI yang diberangkatkan masih terbatas, Susy menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin terburu-buru. Baginya, kualitas lebih utama dibanding kuantitas.

Terlebih, proses administrasi dan regulasi kerap menjadi ujian kesabaran.

“Kami ini sudah menyetorkan deposit ke negara hingga Rp1,5 miliar. Itu bentuk komitmen kami. Karena itu kami berharap pemerintah juga lebih sigap, gercep dalam melayani kebutuhan perusahaan swasta seperti kami. Surat-menyurat jangan sampai berbelit-belit,” ungkapnya.

Selain itu, Susy menaruh perhatian besar pada nasib para PMI yang berangkat melalui jalur resmi. PT GSM membekali calon pekerja dengan pelatihan melalui LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) agar mereka benar-benar siap bekerja di luar negeri.

“Harapan saya, mereka yang berangkat lewat jalur resmi harus benar-benar sukses menyelesaikan kontrak. Jangan sampai gagal di tengah jalan. Karena semuanya ini berangkat pakai uang, ada tanggung jawab besar. Kami ingin para PMI ini berhasil dan membawa nama baik Indonesia,” tambahnya.

Dalam perayaan ulang tahun yang dirangkai dengan doa syukur, Susy kembali menegaskan bahwa keberadaan PT GSM bukan sekadar bisnis, melainkan amanah besar untuk memberangkatkan pekerja dengan aman, resmi, dan terlindungi.

“Satu tahun ini baru awal. Kami ingin terus hadir memberi manfaat, mendampingi para PMI sejak pelatihan hingga perlindungan BPJS, baik di dalam maupun luar negeri. Harapan saya sederhana: pemerintah dan swasta bisa jalan bersama, demi kebaikan pekerja migran kita,” tutupnya dengan senyum penuh keyakinan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Agus Susanto, yang hadir mewakili Bupati Tulungagung
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Agus Susanto, yang hadir mewakili Bupati Tulungagung

 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Agus Susanto, yang hadir mewakili Bupati Tulungagung. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa PMI bukanlah aib, melainkan aset berharga bangsa.

“PMI ini bukan sampah masyarakat. Mereka bukan pengangguran yang lari ke luar negeri. Justru mereka bertekad kuat, rela berpisah dari keluarga demi masa depan. Inilah yang harus kita apresiasi,” ucap Agus penuh penekanan.

Data yang disampaikan Agus membuat banyak tamu tertegun: setiap tahun, PMI asal Tulungagung menyumbang devisa hingga Rp2,3 triliun, angka yang hampir setara dengan APBD daerah.

Dampaknya begitu nyata – desa-desa yang dulu sederhana kini berubah. Rumah-rumah berdiri megah, UMKM tumbuh, hingga peternakan rakyat berkembang pesat.

“Bahkan sebelum ada program dana desa, PMI sudah lebih dulu membangun desa. Kalau sekarang banyak kampung di Tulungagung lebih maju, 50 persen lebih adalah berkat PMI,” tegas Agus.

Namun, ia juga tak menutup mata bahwa ada tantangan lain: rentannya perceraian akibat jarak, serta minimnya bekal keuangan bagi PMI setelah kembali ke tanah air.

Karena itu, Pemkab Tulungagung kini fokus memberikan pelatihan wirausaha gratis, mulai dari tata boga, barbershop, hingga desain grafis agar para pahlawan devisa ini bisa tetap mandiri selepas pulang.

Acara ulang tahun PT GSM ke-1 Tulungagung ini menjadi simbol kecil dari mimpi besar, menciptakan sistem penempatan pekerja migran yang aman, legal, dan bermartabat. Bukan hanya demi devisa, tetapi demi martabat keluarga dan bangsa.

“PMI kita harus didukung, bukan distigma. Mereka sudah membuktikan, mereka adalah pahlawan yang ikut mengubah wajah desa,” tutup Agus, disambut tepuk tangan hangat para undangan,” ungkapnya. (Sae)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *