TRENGGALEK, 3detik.com – Peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek tahun ini membawa pesan yang lebih dalam. Mengusung tema “Hambeging Bumi”, pemerintah daerah ingin mengingatkan bahwa pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan tema tersebut dipilih karena selaras dengan arah pembangunan Trenggalek menuju net zero carbon.
Menurutnya, Hambeging Bumi memiliki makna tentang bagaimana manusia memperlakukan alam. Kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan yang menjadi sumber kehidupan.
“Pembangunan harus tetap berkelanjutan dan berorientasi pada pelestarian lingkungan,” kata Tony, Senin (31/8/2026).
Pesan itu tidak berhenti pada tema. Sejumlah rangkaian Hari Jadi Trenggalek juga mulai mengedepankan konsep yang lebih ramah lingkungan.
Salah satunya terlihat dari penggunaan tanaman dalam prosesi adat. Cara tersebut menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan wadah sekali pakai, termasuk styrofoam yang berpotensi menambah timbulan sampah.
Menariknya, tanaman yang digunakan tidak berakhir menjadi limbah. Setelah prosesi, tanaman tersebut dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam dan dirawat.
“Tanaman itu kemudian diberikan kepada masyarakat agar ikut menanam. Jadi ada pesan nyata untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.
Semangat tersebut juga diperkuat melalui tradisi Metri Bumi yang kembali masuk dalam rangkaian Hari Jadi tahun ini.
Metri Bumi menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali menyadari bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada alam dan sumber daya yang tersedia di dalamnya.
Melalui tradisi tersebut, masyarakat diajak bersyukur sekaligus memanjatkan doa untuk keberlangsungan dan kelestarian bumi.
Pelaksanaan Metri Bumi digelar di lima titik, yang mencakup empat penjuru wilayah Kabupaten Trenggalek serta kawasan pusat kabupaten.
Tony menegaskan, seluruh rangkaian tersebut pada akhirnya bermuara pada satu pesan: pembangunan boleh terus melaju, tetapi lingkungan tidak boleh dikorbankan.
“Apa yang kita ambil dari bumi harus diimbangi dengan upaya merawat dan melestarikannya,” pungkasnya.***












