TULUNGAGUNG, 3detikcom – Upaya meningkatkan kualitas dan kesiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan literasi keuangan yang digelar di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara P3MI PT Gosiva Sukses Mandiri Pusat, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, serta Bank Jatim. Puluhan CPMI yang tengah mempersiapkan keberangkatan ke luar negeri tampak antusias mengikuti pembekalan yang berlangsung di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) BLK-LN Tri Gosiva Sukses.
Direktur PT Tri Gosiva Sukses Mandiri, Susy Lestari SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 CPMI dengan tujuan penempatan di sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik hingga Eropa.
“Untuk Asia Pasifik meliputi Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Sementara untuk Eropa ada Bulgaria hingga Slovakia,” ungkapnya.
Menurut Susy, penyuluhan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan CPMI sebelum bekerja di luar negeri. Tidak hanya soal kesiapan kerja, tetapi juga pemahaman terhadap tanggung jawab sesuai kontrak kerja.
“Para CPMI harus bekerja sesuai demand letter atau komitmen yang telah disepakati, menyelesaikan kontrak dengan baik, dan kembali ke Indonesia dengan membawa hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar para pekerja migran tidak terlena dengan kenyamanan selama bekerja di luar negeri, melainkan tetap fokus pada tujuan utama, yakni bekerja dan kembali ke tanah air dengan kondisi yang lebih baik.
Selain itu, literasi keuangan menjadi salah satu materi utama yang diberikan. Hal ini dinilai penting agar para CPMI mampu mengelola penghasilan dengan bijak selama bekerja di luar negeri.
“Ketika penghasilan sudah terkumpul, harus dikelola dengan baik. Ini yang menjadi salah satu bekal penting bagi mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Officer Marketing Remittance International Banking Division Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya, Dyaning Rizka Febriningtyas, menegaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran.
“Edukasi ini penting agar CPMI memahami berbagai risiko, serta mampu merencanakan keuangan untuk masa depan, termasuk saat mereka sudah kembali ke Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, literasi keuangan tidak hanya diberikan menjelang keberangkatan, tetapi juga menjadi bekal berkelanjutan hingga para pekerja migran kembali ke tanah air.
Kegiatan yang melibatkan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (UPTP2TK) Disnaker Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim, serta P3MI PT Tri Gosiva Sukses Mandiri ini berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Program ini diharapkan mampu mencetak pekerja migran yang tidak hanya kompeten, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan.***












