Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Sobontoro Menggeliat! Jaranan hingga Wayang Kulit Meriahkan Hari Jadi ke-821 Tulungagung

×

Sobontoro Menggeliat! Jaranan hingga Wayang Kulit Meriahkan Hari Jadi ke-821 Tulungagung

Share this article
Camat Boyolangu, Yusup Riyadi, didampingi Kepala Desa Sobontoro, H. Sodik Afandi, S.Sos., dan Dalang Wisnu Kurniawan

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Empat hari empat malam, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, menjadi pusat keramaian seni tradisional dalam rangka Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung. Pagelaran jaranan hingga wayang kulit semalam suntuk tak hanya menyedot perhatian warga, tetapi juga menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus peluang bagi pedagang lokal untuk meraup rezeki, Senin (26/10/2026) malam.

Kepala Desa Sobontoro, H. Sodik Afandi, S.Sos., mengaku bangga desanya dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian perayaan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Paguyuban 56 selaku panitia, serta masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan jaranan pada 23, 24, dan 25 Oktober, kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Bagi Sodik, kegiatan ini bukan sekadar hiburan untuk masyarakat. Lebih dari itu, perayaan tersebut menjadi upaya menjaga kesenian warisan leluhur agar tetap lestari dan tidak ditinggalkan generasi muda.

“Kami berharap kesenian tradisional terus dilestarikan. Dukungan masyarakat sangat penting agar budaya lokal tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Boyolangu, Yusup Riyadi, menegaskan bahwa wayang kulit memiliki nilai lebih dari sekadar tontonan. Kisah dan filosofi yang dibawakan dalang mengandung pesan moral yang dapat menjadi tuntunan dalam kehidupan sehari-hari.

Yusup juga mengapresiasi panitia dan yang turut mendukung terselenggaranya perayaan budaya di Desa Sobontoro.

Tak berhenti pada pelestarian tradisi, kegiatan yang mengundang keramaian warga ini juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pedagang makanan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat kesempatan menjajakan dagangan kepada pengunjung.

Yusup berharap momentum Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung juga memperkuat dukungan masyarakat terhadap pembangunan daerah, terutama perbaikan infrastruktur jalan desa untuk menunjang aktivitas dan perekonomian warga.

Perayaan di Sobontoro menjadi bukti bahwa panggung budaya dapat menyatukan masyarakat. Tradisi tetap terjaga, kebersamaan semakin erat, dan peluang ekonomi terbuka bagi warga setempat.

Harapannya, semangat tersebut tidak berhenti setelah pertunjukan usai, tetapi terus tumbuh untuk menjaga budaya sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Tulungagung.***