TRENGGALEK , 3detik.com – Komisi IV DPRD Trenggalek menyoroti kondisi dua mushola di puskesmas yang dinilai sudah tidak layak. Perbaikan fasilitas ibadah tersebut diminta menjadi bagian dari evaluasi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menyampaikan catatan itu saat rapat kerja pembahasan Rancangan APBD 2027 bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra, Senin (19/10/2026).
Menurut Sukarodin, fasilitas ibadah di puskesmas juga perlu diperhatikan. Sebab, selain menjalani pengobatan medis, pasien dan keluarga membutuhkan tempat untuk beribadah dan mengumpulkan doa.
Selain fasilitas, Komisi IV juga mendorong peningkatan target pendapatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB).
Sukarodin menilai, meningkatnya jumlah masyarakat yang berobat bisa menjadi peluang untuk mendongkrak pendapatan daerah, apalagi menyediakan sarana dan prasarana kesehatan telah dilakukan.
“Bertambahnya jumlah orang berobat tentu saja ini bisa jadi daya ungkit untuk menambah pendapatan pundi-pundi,” ujarnya.
RSUD dr. Soedomo Diminta Punya Layanan Andalan
Perhatian Komisi IV juga tertarik pada RSUD dr. Soedomo. Sukarodin meminta pembagian tugas antara dokter senior dan junior dilakukan secara lebih seimbang.
Menurutnya, dokter junior perlu mendapat kesempatan yang cukup untuk menangani pekerjaan sekaligus mengembangkan kemampuan profesionalnya. Dengan demikian, semangat kerja dan kualitas pelayanan rumah sakit diharapkan ikut meningkat.
Selain itu, ia menilai RSUD dr. Soedomo perlu menentukan layanan kesehatan unggulan agar memiliki ciri khas yang dikenal masyarakat.
Ia mencontohkan rumah sakit di Solo yang dikenal dengan layanan ortopedi atau tulang. Menurutnya, RSUD dr. Soedomo juga perlu menentukan bidang pelayanan yang ingin dikembangkan sebagai Andalan.
“Rumah sakit kita itu butuh konsentrasi agar mempunyai ciri khas dan unggulan pelayanan kesehatan. Misal di Solo terkenal dengan ortopedi atau tulang. Nah, RSUD Trenggalek mau dibawa ke mana?” tandasnya.
Sekolah Tematik untuk Kembangkan Bakat Siswa
Dalam diskusi bersama Dinas Pendidikan, Komisi IV turut mendorong pengembangan sekolah tematik. Konsep ini dinilai dapat memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat sesuai bidang yang dikuasai.
Sukarodin mencontohkan SMP Negeri 6 Trenggalek yang dapat fokus pada pengembangan bakat olahraga. Sementara SMP Negeri 3 Karangan dan SMP Negeri 2 Pogalan bisa diarahkan untuk siswa yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Sedangkan SMP Negeri 4 Trenggalek dinilai berpotensi dikembangkan pada bidang budaya.
Menurutnya, pemetaan sekolah berdasarkan keunggulan tertentu dapat membantu siswa mengasah potensi secara lebih terarah.
“Kalau memang berkonsentrasi untuk urusan olahraga ya di SMP Negeri 6 Trenggalek. Kalau punya bakat hafalan Al-Qur’an bisa di SMP Negeri 3 Karangan dan SMP Negeri 2 Pogalan. Sedangkan untuk soal budaya di SMP Negeri 4 Trenggalek,” ungkapnya.
Berbagai catatan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi OPD dalam penyusunan APBD 2027, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan, penguatan layanan rumah sakit, hingga pengembangan pendidikan berbasis bakat dan minat siswa,” ujarnya.***












