TULUNGAGUNG, 3detik.com – Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak masyarakat memperkuat kerukunan dan kepedulian sosial demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim/piatu serta kaum duafa di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (20/10/2026) pagi.
Plt Bupati Tulungagung menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga.
Menurutnya, suasana yang aman dan damai dapat terwujud melalui kebersamaan, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghormati di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bijak menggunakan media sosial.
“Kerukunan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi modal penting untuk menjaga Tulungagung tetap aman, damai, dan sejahtera,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Selain memperkuat kamtibmas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak yatim/piatu dan kaum duafa.
Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para dermawan yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membawa manfaat sekaligus meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Kepada anak-anak yatim, ia berpesan agar tetap semangat belajar, rajin beribadah, dan tidak menyerah dalam mengejar cita-cita. Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah.
Melalui doa bersama ini, Pemkab Tulungagung berharap masyarakat senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari konflik sosial dan tindak kriminalitas, serta dapat hidup berdampingan dalam suasana yang rukun dan tenteram.
Ahmad Baharudin juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada doa, tetapi mewujudkan nilai-nilai kebersamaan melalui tindakan nyata, seperti saling membantu, menjaga lingkungan, dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya.***












