JAKARTA, 3detik.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan bagi sekolah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tengah. Salah satu fokus utama adalah SD Negeri 10 Linge yang mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah bersama sejumlah pihak kini menyiapkan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman, sekaligus mengalokasikan dukungan pembangunan gedung sekolah baru untuk menjamin keberlangsungan pendidikan para siswa.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya berupaya mengembalikan kegiatan belajar mengajar secepat mungkin, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah yang baru lebih aman dan memiliki ketahanan terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Hasil kajian bersama menunjukkan lokasi lama SD Negeri 10 Linge masuk kategori zona merah sehingga pembangunan kembali di area tersebut tidak memungkinkan. Karena itu, relokasi menjadi pilihan yang dinilai paling tepat demi keselamatan warga sekolah.
Sebagai langkah sementara, pembangunan tiga Ruang Kelas Darurat (RKD) untuk SD Negeri 10 Linge dan dua RKD untuk SMP Negeri 26 Takengon mulai dilakukan pada 5 Juni 2026. Lokasi ruang kelas darurat berada sekitar 500 meter dari sekolah lama dan berdekatan dengan area yang direncanakan sebagai lokasi relokasi permanen.
Dengan adanya fasilitas sementara tersebut, para siswa diharapkan dapat kembali mengikuti pembelajaran secara lebih nyaman saat tahun ajaran baru dimulai sambil menunggu pembangunan sekolah permanen selesai.
Selain pembangunan ruang kelas darurat, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan Darurat masing-masing sebesar Rp25 juta kepada SD Negeri 10 Linge dan SMP Negeri 26 Takengon melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik). Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran darurat, termasuk penyediaan mebel dan perangkat teknologi informasi.
Tak hanya itu, Direktorat Sekolah Dasar turut memberikan bantuan tambahan sebesar Rp30 juta untuk mendukung pembersihan area terdampak, penataan lokasi belajar sementara, serta pengadaan buku dan perlengkapan belajar bagi siswa.
Sementara itu, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menyebut pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan relokasi yang aman dari ancaman bencana, memiliki status hukum yang jelas, dan bebas sengketa agar pembangunan sekolah baru dapat segera direalisasikan.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah mencatat sedikitnya 17 satuan pendidikan harus direlokasi karena terdampak bencana dan berada di kawasan berisiko tinggi. Sebagian di antaranya telah masuk dalam skema pendanaan revitalisasi tahap awal melalui dukungan berbagai kementerian dan program swakelola.
Hingga kini, proses pemulihan pascabencana di Aceh Tengah masih terus berlangsung. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh peserta didik tetap mendapatkan akses pendidikan yang aman, layak, dan berkelanjutan meski berada dalam kondisi darurat akibat bencana. ***












