Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Warga Sumberejo Kulon Resah, Bau Pabrik Pakan Ikan Disebut Ganggu Aktivitas dan Kesehatan

×

Warga Sumberejo Kulon Resah, Bau Pabrik Pakan Ikan Disebut Ganggu Aktivitas dan Kesehatan

Share this article
Aktivitas produksi sebuah pabrik pakan ikan yang berada di tengah permukiman penduduk

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas produksi sebuah pabrik pakan ikan yang berada di tengah permukiman penduduk. Bau tersebut disebut kerap muncul saat proses produksi berlangsung dan dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Sejumlah warga mengaku aroma menyengat itu tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Bahkan, beberapa warga mengaku kehilangan selera makan dan merasa terganggu saat menerima tamu di rumah.

“Saat makan, tiba-tiba bau itu datang dan selera makan langsung hilang. Kalau ada tamu datang juga terasa tidak nyaman karena baunya sampai masuk ke dalam rumah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, keluhan terkait bau tersebut sebenarnya sudah disampaikan kepada Pemerintah Desa Sumberejo Kulon. Menindaklanjuti laporan itu, pemerintah desa mempertemukan warga dengan pihak pemilik pabrik untuk mencari solusi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pabrik disebut telah berkomitmen melakukan berbagai langkah guna mengurangi dampak bau yang dikeluhkan masyarakat. Namun, hingga sekitar dua bulan setelah kesepakatan dibuat, warga mengaku belum merasakan perubahan yang signifikan.

“Kami berharap ada perbaikan nyata. Sampai sekarang bau masih sering terasa dan mengganggu,” kata warga lainnya.

Warga menegaskan tidak menolak keberadaan usaha maupun investasi di wilayah mereka. Namun, mereka berharap aktivitas industri tetap memperhatikan kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.

Sementara itu, pemilik pabrik pakan ikan, Pendi, mengatakan pihaknya telah berupaya mengatasi persoalan tersebut. Berbagai langkah disebut telah dilakukan untuk meminimalkan bau yang muncul dari proses produksi.

“Kami sudah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi bau yang timbul. Ke depan akan terus kami evaluasi agar hasilnya lebih baik,” ujarnya.

Meski demikian, warga berharap evaluasi tersebut segera diwujudkan dalam langkah konkret yang dapat dirasakan langsung. Mereka menginginkan solusi yang mampu mengakhiri keluhan bau menyengat yang selama ini menjadi sumber keresahan masyarakat di sekitar pabrik,” ujarnya.***