Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Penjual Gorengan di Tulungagung Menangis Cari Bantuan, Istri Sakit Lambung dan Liver

×

Penjual Gorengan di Tulungagung Menangis Cari Bantuan, Istri Sakit Lambung dan Liver

Share this article
Manto, warga Kelurahan Tretek, Tulungagung

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Kisah mengharukan datang dari Manto, warga Kelurahan Tretek, Tulungagung. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, pria yang sehari-hari berjualan gorengan itu harus menghadapi cobaan berat karena istrinya menderita penyakit lambung dan gangguan liver yang membutuhkan perawatan medis.

Pada 4 Juni 2026, Manto menyampaikan keluh kesahnya saat bertemu Ketua Umum Tugu Lawang Nusantara didampingi Yudi Mei Yono. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sudah tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa.

Menurut Manto, pendapatan dari berjualan gorengan terus menurun akibat sepinya pembeli. Kondisi itu membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pengobatan sang istri.

“Setiap hari saya hanya memikirkan bagaimana istri bisa berobat dan keluarga tetap makan. Sekarang saya benar-benar bingung harus mencari bantuan ke mana,” ujarnya.

Harapan untuk kembali mendapatkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) hingga kini belum membuahkan hasil. Saat mengadu ke Kelurahan Tretek, Manto mengaku diminta menunggu proses yang sedang berjalan. Sementara itu, kartu KIS yang sebelumnya digunakan untuk berobat disebut sudah tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Ketua Umum Tugu Lawang Nusantara meminta agar kesehatan istri Manto menjadi prioritas utama. Ia menyarankan agar pasien segera mendapatkan penanganan di rumah sakit daerah.

“Yang paling penting saat ini pasien segera mendapatkan perawatan medis. Soal biaya bisa dicari jalan keluarnya bersama, yang utama adalah keselamatan dan kesembuhan pasien,” katanya.

Ia juga menilai kasus yang dialami keluarga Manto menunjukkan masih adanya warga yang belum terjangkau secara optimal oleh sistem pendataan dan pengawasan sosial. Karena itu, diperlukan peran aktif mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga pemerintah daerah untuk mendeteksi dan mendampingi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Menurutnya, jangan sampai masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan justru terkendala persoalan administrasi atau terputus dari akses program bantuan sosial.

Kisah Manto menjadi gambaran perjuangan seorang kepala keluarga yang berusaha bertahan di tengah keterbatasan. Di balik gerobak gorengan yang kini semakin sepi pembeli, tersimpan harapan agar ada kepedulian dari berbagai pihak sehingga istrinya bisa segera mendapatkan pengobatan dan keluarganya dapat bangkit dari kesulitan yang dihadapi,” pesannya.***