Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Bantuan Aspal Pemprov untuk Tulungagung Jadi Sorotan, Diumumkan 300 Drum Namun Tersimpan 250 Drum

×

Bantuan Aspal Pemprov untuk Tulungagung Jadi Sorotan, Diumumkan 300 Drum Namun Tersimpan 250 Drum

Share this article
Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Endra, menyatakan bantuan aspal yang diterima berjumlah 250 drum

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Bantuan aspal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk percepatan perbaikan jalan rusak di Kabupaten Tulungagung menjadi sorotan publik. Pasalnya, jumlah bantuan yang pernah diumumkan mencapai 300 drum, namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung menyebut aspal yang diterima hanya 250 drum.

Perbedaan data tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberadaan 50 drum aspal yang belum terjelaskan hingga kini.

Sorotan bermula saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau sejumlah ruas jalan rusak di Tulungagung pada Agustus tahun lalu. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyampaikan komitmen Pemprov Jatim untuk membantu percepatan perbaikan infrastruktur melalui skema kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Saat itu, gubernur menyebut Pemprov Jatim menyiapkan bantuan 300 drum aspal untuk mendukung penanganan jalan rusak di Tulungagung. Bahkan, jumlah tersebut disebut masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Pernyataan itu sempat disambut positif oleh masyarakat yang berharap kerusakan jalan di berbagai wilayah segera tertangani. Namun hingga kini, realisasi bantuan tersebut belum terlihat signifikan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan.

Informasi yang beredar menyebutkan aspal bantuan dari Pemprov Jatim masih tersimpan di workshop Dinas PUPR Tulungagung. Persoalan muncul setelah jumlah stok yang ada tidak sesuai dengan angka yang pernah disampaikan kepada publik.

Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Endra, saat dikonfirmasi Kamis (4/6), menyatakan bantuan aspal yang diterima pihaknya berjumlah 250 drum.

“Bantuan aspal dari Pemprov Jatim totalnya 250 drum,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai selisih 50 drum aspal. Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi apakah kekurangan tersebut masih dalam proses pengiriman, dialokasikan ke lokasi lain, atau terdapat mekanisme administrasi tertentu yang belum disampaikan kepada masyarakat.

Transparansi dinilai penting mengingat bantuan tersebut berasal dari anggaran pemerintah yang bersumber dari dana publik. Kejelasan terkait jumlah, distribusi, dan pemanfaatan bantuan menjadi bagian dari akuntabilitas yang diharapkan masyarakat.

Di tengah masih banyaknya keluhan warga terkait kondisi jalan rusak, perbedaan data bantuan aspal ini memunculkan tanda tanya yang menunggu jawaban dari pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai penyebab selisih jumlah bantuan aspal yang diumumkan sebanyak 300 drum dengan jumlah yang disebut diterima Dinas PUPR Tulungagung sebanyak 250 drum,” ujarnya.***