TRENGGALEK, 3detik.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Mochamad Nur Arifin berharap keberadaan KDKMP benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sesuai visi Presiden Prabowo. Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata dari Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan pembangunan ekonomi berbasis asas kekeluargaan.
“Semoga sesuai harapan Pak Prabowo, koperasi ini bisa mengamalkan Pasal 33, di mana ekonomi Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan,” ujar Bupati Trenggalek.
Bupati yang juga menjabat Wakil Ketua Umum APKASI itu menilai KDKMP dapat menjadi wadah untuk memanfaatkan potensi bangsa dalam menggerakkan roda ekonomi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut program KDKMP dan Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mampu membangkitkan ekonomi rakyat. Meski diakuinya masih terdapat sejumlah tantangan, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan.
Menurut Prabowo, sebenarnya terdapat sekitar 1.300 koperasi yang siap diresmikan. Namun angka 1.061 dipilih karena memiliki makna khusus bagi dirinya. Ia juga menyebut saat ini sudah ada sekitar 9 ribu bangunan KDKMP yang selesai dibangun dan ditargetkan 30 ribu koperasi mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Tak hanya menyediakan sembako dan kebutuhan pokok lainnya, KDKMP nantinya juga akan menjadi penyalur kredit murah bagi masyarakat. Pemerintah bahkan menurunkan bunga kredit PNM dari sebelumnya 24 persen menjadi 8 persen.
“Ini program bersejarah bagi bangsa kita. Jarang ada negara yang meresmikan lebih dari seribu koperasi sekaligus dengan gedung, gudang, sistem, logistik hingga kendaraan operasional yang lengkap,” kata Prabowo.
Presiden RI ke-8 itu juga berharap KDKMP dapat memperkuat program MBG dengan menyerap hasil produksi petani dan memangkas rantai distribusi barang di daerah. Selain menjadi pusat distribusi sembako, koperasi juga akan melayani pupuk subsidi, tabung gas, logistik hingga penyediaan obat murah bagi masyarakat.
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung capaian swasembada pangan nasional yang menurutnya berhasil dicapai lebih cepat dari target. Ia menegaskan pangan merupakan faktor utama ketahanan bangsa dalam menghadapi krisis global.
“Pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa. Yang penting bukan sekadar murah, tapi tersedia atau tidaknya pangan untuk rakyat,” tegasnya.
Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap kekuatan ekonomi nasional. Ia menyebut Indonesia kini berada di posisi lima besar dunia dengan aset besar yang dikelola melalui Danantara mencapai sekitar 1.000 triliun dolar AS,” pungkasnya.***












