TULUNGAGUNG, 3detik.com – Sorotan terhadap pengelolaan anggaran daerah kembali mencuat. Kali ini, dugaan kejanggalan muncul dalam pengadaan playground dan hibah laptop untuk taman kanak-kanak (TK) yang tercantum dalam APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung 2025.
Temuan tersebut diungkap oleh Susetyo Nugroho, yang akrab disapa Mbah Yoyok, saat mencermati dokumen anggaran di sebuah warung kopi di kawasan Gampir, Minggu (3/4/2026). Sebagai Pelaksana Harian Perkumpulan Komunitas Tulungagung Peduli (PKTP), ia menilai terdapat ketidaksesuaian dalam pengelompokan anggaran.
Menurutnya, pengadaan playground dan laptop justru dimasukkan dalam pos Alat Permainan Edukatif (APE), bukan pada kategori yang lebih relevan seperti utilitas atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Ini jelas tidak tepat penempatannya, istilahnya salah kamar,” ujarnya.
Rincian anggaran menunjukkan, satu unit playground dihargai Rp16.325.000 dengan total penerima sebanyak 68 sekolah. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 22 unit disebut belum jelas peruntukannya.
Sementara itu, pengadaan laptop hibah tercatat sebanyak 72 unit dengan harga Rp14.750.000 per unit. Mbah Yoyok mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap spesifikasi dan kualitas barang. “Harga tinggi harus sebanding dengan kualitas. Spesifikasi dan merek perlu dibuka secara transparan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh proses pengadaan yang menggunakan dana publik wajib terbuka dan dapat diakses masyarakat. Dengan nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah, transparansi dinilai menjadi keharusan, bukan sekadar pilihan.
“Ini uang rakyat. Maka rakyat punya hak penuh untuk mengawasi. Jangan sampai pengelolaan anggaran dilakukan tanpa keterbukaan,” katanya.
Dengan gaya penyampaian yang lugas, ia mengingatkan bahwa kualitas demokrasi di tingkat daerah sangat ditentukan oleh integritas dalam pengelolaan keuangan publik. Menurutnya, APBD harus menjadi instrumen yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan jadikan APBD ruang gelap. Anggaran daerah harus menjadi cermin yang terang bagi masyarakat Tulungagung,” pungkasnya.***












